Articles

HDII MALANG JAWA TIMUR

In Uncategorized on Januari 28, 2013 by mappaturi

gbr file lbh kecil

Pada tanggal 30 Juni 2012 HDII JATIM melakukan roadshow  ke kampus di Malang yang bertempat di UIN MALIKI Malang. Acara yang dilakukan berupa talkshow dengan tema Dynamic Inner Space dengan pembicara ketua HDII Jawa Timur : Bapak Thomas Ari K, HDII.

Acara  di hadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan Tinggi Arsitektur yang ada di Malang. Berlangsung kurang lebih sekitar 2 jam. acara ini merupakan bagian dari roadshow HDII yang kemudian dilanjutkan dengan Rakerda di Jambu luwuk Batu.

bagi teman-teman arsitek atau desain interior yang ingin mendaftar menjadi anggota Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII) bisa mengambil formulir ke saya di UIN Malang jurusan Arsitektur fakultas Saintek, atau kontak ke 08563522032.

ditunggu pendaftarannya…trimakasih

Articles

Beban-Beban Struktur

In materi perkuliahan on November 12, 2009 by mappaturi

untuk masukan bagi adik-adik mahasiswa yang susah buka buku tapi suka ngenet, ini ada tulisan dari tugas yang saya berikan ke mahasiswa saya beberapa waktu dulu, mudah2an bermanfaat:
Ada beberapa beban atau gaya yang terjadi pada bangunan, yaitu :
Beban mati
Beban hidup
Beban hujan
Beban angin
Beban seismic
Beban tekanan air dan tanah
Beban konstruksi
Beban karena perubahan bahan akibat iklim
Beban ledakan
Beban getaran mesin
Salah satunya yang di bahas oleh kelompok 2 ialah “Beban Hidup.”

BEBAN HIDUP
Beban hidup berbeda dengan beban mati karena sifatnya : beban ini berubah- ubah dan sulit diprakirakan. Perubahan beban hidup terjadi tidak hanya sepanjang waktu, tetapi juga sebagai fungsi tempat. Perubahan ini bisa berjangka pendek atau panjang sehingga menjadi hampir mustahil untuk memperkirakan beban-beban hidup secara statis.

Beban yang disebabkan oleh isi benda-benda didalam atau diatas suatu bangunan dinamai beban penghunian (occupancy load). Beban-beban ini mencakup beban peluang untuk berat manusia, perabot, partisi yang dapat dipindahkan, perlengkapan mekanis, kendaraan bermotor, perlengkapan industry, dan semua beban semi permanen atau beban sementara lainnya yang berpengaruh terhadap sistem bangunan, tetapi bukan bagian dari struktur dan tidak dianggap sebagai beban mati. Contoh lain beban hidup lain adalah angin, hujan/salju, ledakan, gempa, tekanan tanah, tekanan air, perubahan temperature, dan beban yang disebabkan oleh pelaksanaan konstruksi.

Dengan adanya hal-hal yang tak teduga dari bangunan tinggi, maka hampir mustahil untuk memperkirakan keadaan beban hidup yang mungkin terjadi yang akan mempengaruhi struktur. Melalui pengalaman, penyelidikan, analisis serta nilai beban yang dianjurkan untuk penggunaan telah dikembangkan. Hal ini masuk dalam persyaratan bangunan serta faktor keamanan empiris yang menyatu untuk mengimbangi kemungkinan keadaan beban maksimum.
Nilai-nilai beban tersebut berupa beban merata ekuivalen dan beban terpusat yang telah diketahui sebelumnya. Beban merata ekuivalen mencerminkan keadaan beban pemakaian yang sesungguhnya. Nilai-nilai yang ditetapkan berdasarkan perkiraan beban yang sesungguhnya, tampaknya agak konservatif. Penyelidikan yang dilakukan berdasarkan beban penggunaan sesungguhnya di berbagai gedung perkantoran menunjukkan beban maksimum sebesar 40 psf (pound pesquare foot) sedangkan nilai rancangan yang disarankan adalah 80 psf. Suatu penyelidikan beban terhadap apartemen menunjukkan bahwa intensitas beban maksimum yang diukur dalam jangka waktu 10 tahun adalah kira-kira 26 psf, akan tetapi nilai yang lazim untuk perancangan tersebut adalah 40 psf.
Beban terpusat menunjukkan adanya aksi beban tunggal pada tempat-tempat kritis seperti pada tangga, langit-langit, garasi (misalnya dongkrak untuk mengganti ban), dan daerah-daerah bahaya lainnya yang mendapat perlakuan gaaya tekan terpusat yang tinggi. Walaupun tampaknya peraturan yang ada terlalu kaku, selalu aka nada unsure-unsur tak terduga yang harus dipertimbangkan.

Peraturan faktor keamanan minimum harus menjamin keadaan yang tak terduga seperti berdasarkannya manusia karena adanya upacara, latihan kebakaran, atau kelebihan beban pada bagian-bagian bangunan yang disebabkan oleh perubahan pemakaian atau perubahan susunan perabot dan dinding sehingga akan menimbulkan beban berlebih didaerah tertentu.
Kemungkinan terjadinya beban penghunian yang serentak pada setiap kaki persegi disetiap lantai yang didukung oleh sebuah kolam yang sangat kecil. Pembebanan yang sesungguhnya terdiri atas luas lantai yang berbeda dengan kondisi pembebanan yang berbeda pula. Pada umumnya, semakin kecil luas lantai, semakin besar intensitas beban potensialnya. Beban penghunian pada lantai tidak pernah merata. Hal ini dipertimbangkan dalam persyaratan bangunan berup izin menggunakan faktor pengurangan beban hidup, misalnya pada New York State Building Construction Code yang dikutip dibawah ini. Persyaratan ini membolehkan beban penghunian sebesar 80 % pada 3 lantai teratas suatu bangunan dan pengurangan sebesar 5 % untuk setiap penuruna lantai berikutnya sampai sekurang-kurangnya 50 % dari beban yang diperkirakan. Perhatikan bahwa angka 0.08 % memungkinkan kenaikan dalam persentase pengurangan dengan kenaikan yang sebanding dalam jumlah luas daerah penyumbang beban.
Peraturan tidak menganggap bahwa beban hidup yang bekerja pada elemen bangunan dikurangi karena kemampuan struktur bangunan yang simambung untuk menyebar kembali pembebanan ketika berubah bentuk. Sebaliknya kapasitas beban bangunan menjadi berkurang karena mengalami kelelahan akibat bertahun-tahun melawan beban angin, getaran, perubahan suhu, penurunan dan perubahan terus-menerus dari gaya-gaya lingkungan. Akan tetapi, bahan batu dan beton memiliki keunggulan dalam hal bertambahnya kekuatan sejalan dengan usia sehingga meningkatkan kapasitas bebannya.
Dari segi pandang struktur, pemilihan sistem struktur yang memadai bergantung pada pemahaman terhadap 3 faktor :
Beban yang akan dipikul
Sifat bahan konstruksi
Aksi struktur yang mengarahkan gaya-gaya beban melalui komponen struktur ke tanah.
Dengan mempertimbangkan unsur di atas, seorang perancang struktur menggunakan model sebenarnya untuk memperkirakan perilaku struktur dan bahan. Akan tetapi, nilai-nilai empiris di gunakan untuk memperkirakan intensitas pembebanan. Hal ini tampak bertentangan karena di satu pihak ekonomi konstruksi dan bahan bangunan di pertimbangkan, sedangkan di lain pihak di abaikan. Penelitian akan di perlukan di masa yang akan datang untuk memungkinkan perkiraan yang lebih tepat terhadap kondisi pembebanan sebenarnya.

tugas oleh: Muh. Ridlo A, Dienda Febryanita, Mia Yulita Avianti A, Reza Fahlevi, Jati Wiyanto

Articles

TUGAS MENGANALISA BANGUNAN DI SEKITAR MASJIDIL HARAM

In materi perkuliahan on November 12, 2009 by mappaturi

28052009704Sewaktu Berada Di MEKKAH, Berada di tengah Pusaran orang yang melaksanakan tawaf mengelilingi Kabah, saya melihat hampir sekeliling Masjidil Haram sudah dikelilingi oleh bangunan tinggi. Bahkan ketika pertama kali sampai di tanah Haram Makkah, saya melihat masjidil Haram sebagai end of point dari bingkai bangunan-bangunan tinggi yang menjulang (saya melihat dari koridor Hotel Elaf Kinda).
Atas dasar tersebut, ketika pertama saya mengajar struktur Bangunan Tinggi, saya mengajak mahasiswa untuk mencari pemahaman bangunan tinggi dengan mengomentari/menganalisa bangunan tinggi di sekitar Masjidil Haram. Harapan saya agar mahasiswa dapat memahami beberapa alasan kenapa bangunan tinggi didirikan dan dapat mengambil hikmah dari contoh yang sudah ada. Sehingga Kelak jika menjadi arsitek ternama, tidak melakukan kesalahan yang hanya didasarkan oleh tujuan ekonomis semata, dan dapat menerapkan kaidah Islami di setiap sentuhan desainnya..amin.

dan  inilah beberapa tugas mahasiswa saya:
DAMPAK BANGUNAN TINGGI MENARA ABRAJ AL BAIT TERHADAP LINGKUNGAN MASJIDIL HARAM
Proyek perluasan kompleks Masjidil Haram meliputi proyek pembangunan sarana pendukung lainnya, seperti perumahan, sarana transportasi dan fasilitas lainnya bagi warga setempat maupun jamaah haji. Proyek expansi ini merupakan proyek pembangunan bangunan tinggi yang digarap kontraktor termasyhur, Bin Laden.
Proyek perluasan ini menyebabkan banyak bangunan digusur, atau diratakan dengan tanah. Tentu saja, proyek ini menyebabkan beberapa dampak, baik positif maupun negatif. Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan dana mencapai 60 triliyun real untuk ganti rugi penggusuran.
Bangunan-bangunan tinggi yang dibangun dalam proyek ini memberikan kemudahan bagi para jamaah haji karena fasilitas yang semakin lengkap. Proyek raksasa ini dimaksudkan agar para jamaah haji dapat semakin nyaman melaksanakan ibadah haji. Sebagian kalangan yang pro terhadap pembangunan ini berpendapat bahwa proyek perbaikan fasilitas untuk jamaah haji ini sangat bermanfaat. Kompleks Masjidil Haram semakin megah dan nyaman.

Di samping itu, proyek ini juga berdampak negatif baik secara fisik maupun non-fisik. Secara fisik, bangunan-bangunan tinggi itu menyebabkan banyak bangunan lain disekitarnya kurang mendapat cahaya matahari. Selain itu, bangunan yang serba modern ini membuat makkah tampak kecil di kompleks ini. View dari luar kompleks ke arah Masjidil Haram pun terhalang oleh bangunan yang serba tinggi ini, sehingga masyarakat tidak dapat dengan mudah menikmati keindahan Masjidil Haram. Demikian juga dengan arah pandang dari Masjidil Haram ke wilayah sekitarnya yang terbatas.
Dari segi non-fisik, keberadaan bangunan tinggi ini membawa dampak negatif bagi masyarakat dan para jamaah haji. Keberadaan bangunan tinggi serba mewah dan modern dangan berbagai fasilitas ini akan membuat masyarakat kurang memaknai sejarah ke-Islam-an yang begitu sakral di Masjidil Haram. Para jamaah yang datang untuk beribadah pun akan terganggu konsentrasinya akibat jajaran bangunan tinggi yang menawarkan berbagai fasilitas glamour sebelum mereka memasuki Masjidil Haram. Selain itu berbagai fasilitas yang menawarkan kemudahan bagi para jamaah haji menyebabkan para jamaah haji kurang bisa merasakan bagaimana perjuangan Nabi SAW dan para sahabatnya dalam melaksanakan dakwah Islam dan ketika melaksanakan ibadah haji.
Sekalipun keberadaan bangunan tinggi tidak dapat mengurangi esensi kewibawaan dan kesucian Masjidil Haram, namun keberadaannya mengikis sejarah keislaman di Masjidil Haram dengan segala bentuk modernisasi yang materialistis. Hal semacam ini digambarkan sebagai sejarah yang berulang, dimana dulu pada zaman jahiliyah Makkah dikepung pasukan gajah hingga Allah mendatangkan bala bantuan burung-burung Ababil untuk melindungi Makkah. Di zaman modern ini Makkah dikepung oleh bangunan-bangunan tinggi serba modern. Entah bala bantuan atau bencana yang akan didatangkan oleh Allah pada umat Islam disekitar Masjidil Haram dan di seluruh dunia.

OCTAVIA ayu_FARIDAtil umah_R.H SOFIana_M. NAJIKH_FAUZAN mubarak

1.1. Perkembangan Masjidil Haram dari Masa ke Masa.

Masjidil Haram adalah masjid tertua di dunia. Masjid bertiang 589 buah dari marmer atau granit ini lebih tua 40 tahun dari Masjid Al-Aqsa di Yerussalem. Pembangunan masjid ini untuk pertama kalinya dibangun oleh Nabi Ibrahim AS bersama dengan putranya Ismail AS.

Pada saat ini pembangunan Masjidil Haram telah berlangsung sekitar satu tahun lalu. Pelataran Masjidil Haram terus diperluas. Akibatnya, sekitar 1.000 gedung di sekitar Masjidil Haram dibongkar demi untuk pelayanan jamaah haji yang datang dari seluruh dunia. Pembangunan, penyempurnaan, dan perluasan Masjidil Haram adalah bagian dari sejarah dalam perjalanannya dari masa ke masa.

Pada awalnya, masjid yang memiliki 152 buah kubah ini sangat sederhana bentuknya. Bangunannya terdiri dari Ka’bah yang terletak di tengah-tengahnya. Kemudian ada sumur zamzam dan Maqam Ibrahim di sampingnya. Ketiga bangunan tersebut berada di tempat terbuka.

Pada masa awal perkembangan Islam sampai pada masa pemerintahan khalifah pertama Abu Bakar As-Shiddiq (543 M), bentuk bangunan Masjidil Haram juga masih sederhana. Masjid ini belum memiliki dinding sama sekali.Pada tahun 644 M, di masa Khalifah Umar bin Khattab (khalifah kedua), ia mulai membuat dinding masjid ini. Akan tetapi, dindingnya masih rendah, tidak sampai setinggi badan orang dewasa. Umar juga membeli tanah di sekitar Masjidil Haram untuk memperluas bangunan masjid guna menampung jamaah yang semakin hari semakin banyak.

Bangunan Masjidil Haram selalu diperluas dan diperindah dengan semakin banyaknya umat Islam yang berkunjung ke Baitullah dari masa ke masa.Khalifah Utsman bin Affan juga memperluas bangunan masjid tersebut pada masa pemerintahannya. Kemudian Abdullah Ibn al-Zubair (692 M) memasang atap di atas dinding yang telah dibangun. Hajjaj bin Yusuf al-Tsaqafi (714 M) yang pernah berkuasa di Makkah, juga pernah melakukan penyempurnaan bangunan Masjidil Haram. Demikian pula pada masa Khalifah al-Mahdi (Khalifah Bani Abbasiyah) yang berkuasa pada tahun 885 M, dibuat deretan tiang yang mengelilingi Ka’bah yang ditutup dengan atap. Saat itu dibangun pula beberapa menara.

Pada pemerintahan Sultan Salim II dari Kekhalifahan Turki Utsmani yang dilanjutkan oleh putranya, Sultan Murad III, dilakukan beberapa kali perbaikan dan perluasan bangunan Masjidil Haram. Pada masa ini juga dibuat atap-atap kecil berbentuk kerucut. Bentuk dasar bangunan Masjidil Haram hasil renovasi Dinasti Utsmani inilah yang dapat dilihat sekarang ini.

Pada masa pemerintahan kerajaan Saudi Arabia yang bertindak sebagai Khadim al-Haramain (pelayan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) beberapa tahun lalu, juga dilakukan perbaikan, penyempurnaan, dan perluasan Masjidil Haram. Tempat Sa’i yang sebelumnya berada di luar masjid, kini dimasukkan ke dalam dan dilengkapi dengan jalur-jalur sa’i yang dilengkapi atap yang teduh.

Kawasan masjidil haram pada saat ini

1.2. Dampak Bangunan Tinggi di Sekitar Masjidil Haram

mekah1Kota makkah yang menyandang sebagai kota suci bagi umat islam, yang setiap tahunnya menjadi tempat menunaikan ibadah haji bagi umat muslim kini telah terkepung oleh gedung-gedung pencakar langit. Akibatnya ketenangan dan kekhusu’an umat islam untuk beribadah terganggu.

Ka’bah yang terletak di tengah masjid Haram dan menjadi arah sholat bagi kaum muslim seluruh dunia, semakin tenggelam oleh berdirinya gedung-gedung tinggi yang berada di sekitarnya. Hal seperti perulangan kejadian yang telah Allah firmankan dalam surat Al-fill ayat 1-5

Artinya :

1.  Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu Telah bertindak terhadap tentara bergajah?

2.  Bukankah dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?

3.  Dan dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,

4.  Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,

5.  Lalu dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Bukan hanya itu peninggalan sejarah umat islam terancam keberadaannya, salah atu peninggaln bersejarah yang diratakan dengan tanah adalah benteng Ajyad. Inilah benteng yang dibangun pada 1775 yang sangat berjasa dalam mempertahankan Kota Makkah. Benteng ini  dibangun ketika Makkah masih di bawah pemerintahan Turki Otsmani.

Aura Makkah sebagi tempat suci sekarang sudah semakin terkikis, karena kota Makkah saat ini makin penuh dengan bangunan-bangunan tinggi mulai dari hotel, pusat perbelanjaan dan toko-toko besar yang menjual produk Barat. Sebut saja kedai kopi Starbucks, Cartier and Tiffany, H&M dan Topshop

Hafidz, Agus Fauzi, dkk

Tugas-tugas ini disusun dengan beberapa daftar pustaka yang tidak saya lampirkan.

Articles

SEJARAH PERKEMBANGAN BANGUNAN TINGGI

In materi perkuliahan on November 12, 2009 by mappaturi

SSK (Studio Struktur dan Konstruksi) III
OCTAVIA ayu_FARIDAtil umah_R.H SOFIana_M. NAJIKH_FAUZAN mubarak
Dosen: AB. Mappaturi
Bangunan tinggi adalah bangunan atau struktur tinggi. Bangunan tinggi berdasarkan beberapa standar berkisar antara 75 kaki sampai 491 kaki (23 m hingga 150 m). Sedangkan bangunan yang lebih dari 492 kaki atau 150 m disebut sebagai bangunan pencakar langit. Tinggi rata-rata satu tingkat adalah 13 kaki atau 4 m, sehingga bangunan setinggi 79 kaki atau 24 m memiliki 6 tingkat.
Munculnya bangunan-bangunan tinggi di kota-kota besar di dunia, disebabkan oleh kebutuhan akan ruang untuk melakukan aktivitas, serta tingginya harga lahan di pusat kota. Penemuan bahan bangunan yang ringan dan kuat, seperti alumunium, baja, berbagai ragam kaca, dan beton bermutu tinggi mengakibatkan orang mempunyai alternatif pilihan bagi rancangan bangunan tinggi. Perkembangan metode konstruksi mengakibatkan pembuatan bangunan tinggi dapat dilaksanakan secara lebih cepat dan ekonomis, sedangkan kemajuan di bidang teknologi informasi dan komputer menyebabkan para perancang dengan mudah melakukan simulasi terhadap bangunan tinggi yang akan dibangun.
Di Amerika Serikat, perkembangan bangunan tinggi dimulai akhir abad ke-19 dengan selesainya pembangunan di gedung St. Paul karya arsitek George B. Post di Broadway, New York dengan tinggi 19 lantai pada tahun 1984. Perkembangan bangunan tinggi telah melalui berbagai tahapan gaya rancang bangunan yang masing-masing menghasilkan bentuk Sky Line kota-kota besar dan memacu orang-orang untuk merancang bangunan yang lebih tinggi lagi.
Periode perkembangan gaya rancang bangunan tinggi di dunia
Periode Gaya Rancang
1880-1900 Tahapan fungsional (The Functional Period)
1900-1920 Periode eklektik (The eclectical period)
1920-1940 Art Deco (The Art Deco Period)
1950-1970 Gaya Internasional (The International Style Period)
dipelopori Miss van der Rohe
1965-1975 Muncul bangunan pencakar langit di Chicago (The Supertall Period)
1970-1980 The Social Sky Crapper Period
After 1980 The Post Modern Period
(temuan bahan bangunan baru seperti alumunium, baja tahan karat, dan kaca)

Perbandingan Ketinggian Bangunan Tinggi di Dunia
No Bangunan Tempat Tinggi
1. Messeturm Frankfurt 260 m
2. Empire State Building New York 381 m
3. Asia Plaza Kaohsiung Taiwan 427 m
4. Chongqing Tower Kuala Lumpur 457 m
5. Tokyo-Nara Tower Tokyo-Nara 880 m

SISTEM STRUKTUR BANGUNAN TINGGI
Pada dasarnya setiap sistem struktur pada suatu bangunan merupakan penggabungan berbagai elemen struktur secara 3 dimensi, yang cukup rumit. Fungsi utama dari sistem struktur adalah untuk memikul secara aman dan efektif beban yang bekerja pada bangunan, serta menyalurkannya ke tanah melalui fondasi. Beban yang bekerja pada bangunan terdiri dari beban vertikal, horizontal, perbedaan temperatur, getaran, dan sebagainya.
Sistem struktur dalam proses perancangannya selalu menghadapi kendala, di antaranya: persyaratan arsitektural, sistem mekanikal dan elektrikal, metode konstruksi, dan aspek ekonomi.
Dalam berbagai sistem struktur, baik yang menggunakan bahan beton bertulang, baja maupun komposit, selalu ada komponen (subsistem) yang dapat dikelompokkan dalam sistem yang digunakan untuk menahan gaya gravitasi dan sistem untuk menahan gaya lateral.

Sistem struktur bangunan tinggi

Articles

MEDINAH 2

In Di Tanah Haram on November 12, 2009 by mappaturi

Ada banyak hal baru berada di daerah baru. Bila di Indonesia, hotel bintang 3 apalagi sampai berbintang 5, mestinya jika memiliki toko di dalamnya, tokonya akan sangat elite dan bisa jadi barang-barangnya mahal. Di madinah, mungkin karena tuntutan pasar, sehingga meskipun berada di bawah hotel berbintang, tapi rasanya seperti di pasar. Harganya pun masih relatif murah. Hal yang istimewa yang saya lihat di hampir setiap toko adalah lampu-lampu yang digunakan sangat banyak. Jangan membayangkan sangat banyak itu berkisar 10 lampu, tapi dalam sebuah toko ukuran 3 x 3 m,jumlah lampu yang digunakan sekitar 200 lampu. Lihat saja foto berikut:

22052009655

Gambar Ini adalah gambar lampu dengan jarak sekitar 20cm antara masing-masing lampu

Saya sempat berdiskusi dengan pemilik toko menanyakan biaya listrik yang harus dia bayar setiap bulan, dan dia menjawab enteng, yang dibayar perbulan cuma biaya sewa toko sebesar Rp.200 real, sedangkan listriknya tidak perlu dibayar, karena di arab, energi untuk bahan listrik yaitu minyak masih berlimpah ruah, Subhanallah..
Saya membayangkan kreatifitas arsitek disini untuk teknik lighting mestinya bisa sangat maksimal ya..karena pengalaman saya di Indonesia, untuk beberapa klien yang saya temui, selalu menitip pesan sebelum didesain agar lampunya pakai yang sedikit saja biar bayar listriknya tidak mahal. Padahal karya arsitek, utamanya interior, biasanya akan sangat menarik bila dipadukan dengan teknik lighting yang baik dan maksimal. Tapi adik-adik jangan berkecil hati, saya tetap bisa kok ternyata memberikan hasil interior yang baik meskipun lightingnya tidak maksimal, tapi memang harus dipadukan dengan kreatifitas yang baik, sehingga meskipun lightingnya hanya menggunakan sedikit lampu, namun ditempatkan pada area-area yang tepat, kesan ruang yang diberikan juga menjadi jauh lebih baik.

Articles

Pengalaman 1 ( AIRPORT YAMAN)

In Di Tanah Haram on November 12, 2009 by mappaturi

Kami tiba sekitar jam 2.00 dini hari waktu setempat. Itulah saat saya pertama kali berada di luar tanah air tercinta Indonesia. Turun dari bandara, saya cukup kaget melihat pesawat yang kami tumpangi memang cukup besar, bahkan daerah baling-balingnya sebesar bus yang mengangkut kami. Karena takjub, saya mengambil kesempatan untuk berfoto sebentar, sampai tidak sadar kalau saya ketinggalan bus. Untungnya busnya ada 2, sehingga saya masih bisa naik sampai di daerah penerimaan untuk pemeriksaan pasport.
Seperti orang yang baru di daerah baru, saya menunggu hal-hal yang membuat saya takjub, baik dengan desain arsitekturnya, ataupun hal-hal lain. Masuk di dalam ruang pemeriksaan, semua tulisan yang saya liat ditulis dengan tulisan arab. Lumayan, melihat hal baru dan sudah benar2 seperti berada di tanah arab. Namun dari segi arsitektur ruangan, termasuk penataan interior, jadi alhamdulillah, saya masih melihat hal-hal yang wajar seperti yang ada di sebagian bandara-bandara lama di Indonesia.
Karena pesawat yang akan kami tumpangi masih lama (sekitar jam 10 pagi kata panitia), maka kami diajak ke ruang tunggu yang lokasinya agak jauh dari tempat kedatangan. Saya masih berharap, bahwa akan melihat hal-hal baru di daerah tsb. Ternyata saya memang agak kaget, kok meubel- meubel yang digunakan mirip dengan yang ada di indoensia ya..tapi dengan gaya yang sudah lama..liatlah foto-foto berikut:

relingmeja

Articles

MEDINAH 1

In Di Tanah Haram on Agustus 23, 2009 by mappaturi

Kami tiba di Madinah pada sekitar jam 13.00 waktu setempat. Saya menginap di hotel AL- HARAM MADINAH, dimana di depan hotel tempat saya menginap, dan disekitarnya sedang berlangsung pembangunan hotel juga. Kesempatan ini kemudian saya manfaatkan untuk melihat sewaktu-waktu proses pembangunan di sana. Cuma karena waktunya singkat, jadi yang saya sempat tahu juga singkat…he2…

Di madinah, kayaknya semua hotel yang dibangun sekitar Mesjid Nabawi menggunakan loster sebagai pengganti batubata. Bila bukan loster, yang digunakan adalah batako. Intinya adalah bahan dengan sisi dalam yang berongga. (lihat penjelasan saya secara sains di jurnal)

27052009687

pada gambar di samping ini terlihat loster yang cukup banyak sebagai bahan bangunan pengganti batu bata

Jika melihat dari temperatur rata-rata di daerah arab yang cukup tinggi, apalagi melihat fungsi bangunan sebagai hotel, dengan tinggi bangunan yang menjulang sehingga memungkinkan radiasi langsung menerpa bangunan di hampir semua sisinya, diperlukan dinding yang cukup kuat untuk menahan panas agar lebih lama masuk ke dalam zone living. Hal ini diantisipasi dengan menggunakan loster, kemudian ditutup aspal dan akhirnya dilapisi marmer. (bila ingin lebih jelasnya, nanti cari jurnal saya aja, sudah saya tulis semuanya di jurnal).

Tapi ada hal yang kurang baik, sewaktu kita keluar dari hotel (dengan temperatur yang nyaman karena menggunakan AC) entah menuju mesjid untuk shalat (utamanya di jam 11.00- 19.00 waktu sana (magribnya jam 19.00)) atau sekedar berbelanja, meskipun posisi kita masih di koridor hotel, tapi panas yang menyentuh, utamanya yang terasa di pipi itu rasanya seperti berada di belakang knalpot mobil truk. Awalnya saya pikir ini terjadi karena di depannya ada jalan dan ada mobil, tapi setelah saya analisa dikit2, intensitas mobil yang lewat, sangat-sangat sedikit, tapi kok panasnya sangat tinggi. Kemudian akhirnya saya tahu ini terjadi karena saya berada diantara bangunan-bangunan tinggi, yang karena telah didesain sedemikian rupa untuk meminimalis panas yang masuk ke interior, akhirnya panas-panas tersebut kemudian dipantulkan dan mengumpul di antara bangunan-bangunan tinggi satu dengan lainnya.

Ada hal-hal positif dari pengetahuan tentang modifikasi facade sehingga mampu menahan panas radiasi (berjuta watt) namun ada juga hal negatif, dimana zona antara bangunan-bangunan yang menjulang tinggi menjadi sangat panas. Padahal zona2 tersebut juga menjadi area manusia. Hal ini menjadi pelajaran pertama bagi kita, agar sewaktu mendesain, untuk tidak hanya memfokuskan pemikiran desain pada bangunan, namun juga harus memikirkan dampak bagi lingkungan sekitar. Karena sebaik-baik bangunan yang kita bangun adalah yang memberikan manfaat bagi semua, bukan hanya bagi penggunanya saja. “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.