Post

Beban-Beban Struktur

Dalam materi perkuliahan pada November 12, 2009 oleh mappaturi

untuk masukan bagi adik-adik mahasiswa yang susah buka buku tapi suka ngenet, ini ada tulisan dari tugas yang saya berikan ke mahasiswa saya beberapa waktu dulu, mudah2an bermanfaat:
Ada beberapa beban atau gaya yang terjadi pada bangunan, yaitu :
Beban mati
Beban hidup
Beban hujan
Beban angin
Beban seismic
Beban tekanan air dan tanah
Beban konstruksi
Beban karena perubahan bahan akibat iklim
Beban ledakan
Beban getaran mesin
Salah satunya yang di bahas oleh kelompok 2 ialah “Beban Hidup.”

BEBAN HIDUP
Beban hidup berbeda dengan beban mati karena sifatnya : beban ini berubah- ubah dan sulit diprakirakan. Perubahan beban hidup terjadi tidak hanya sepanjang waktu, tetapi juga sebagai fungsi tempat. Perubahan ini bisa berjangka pendek atau panjang sehingga menjadi hampir mustahil untuk memperkirakan beban-beban hidup secara statis.

Beban yang disebabkan oleh isi benda-benda didalam atau diatas suatu bangunan dinamai beban penghunian (occupancy load). Beban-beban ini mencakup beban peluang untuk berat manusia, perabot, partisi yang dapat dipindahkan, perlengkapan mekanis, kendaraan bermotor, perlengkapan industry, dan semua beban semi permanen atau beban sementara lainnya yang berpengaruh terhadap sistem bangunan, tetapi bukan bagian dari struktur dan tidak dianggap sebagai beban mati. Contoh lain beban hidup lain adalah angin, hujan/salju, ledakan, gempa, tekanan tanah, tekanan air, perubahan temperature, dan beban yang disebabkan oleh pelaksanaan konstruksi.

Dengan adanya hal-hal yang tak teduga dari bangunan tinggi, maka hampir mustahil untuk memperkirakan keadaan beban hidup yang mungkin terjadi yang akan mempengaruhi struktur. Melalui pengalaman, penyelidikan, analisis serta nilai beban yang dianjurkan untuk penggunaan telah dikembangkan. Hal ini masuk dalam persyaratan bangunan serta faktor keamanan empiris yang menyatu untuk mengimbangi kemungkinan keadaan beban maksimum.
Nilai-nilai beban tersebut berupa beban merata ekuivalen dan beban terpusat yang telah diketahui sebelumnya. Beban merata ekuivalen mencerminkan keadaan beban pemakaian yang sesungguhnya. Nilai-nilai yang ditetapkan berdasarkan perkiraan beban yang sesungguhnya, tampaknya agak konservatif. Penyelidikan yang dilakukan berdasarkan beban penggunaan sesungguhnya di berbagai gedung perkantoran menunjukkan beban maksimum sebesar 40 psf (pound pesquare foot) sedangkan nilai rancangan yang disarankan adalah 80 psf. Suatu penyelidikan beban terhadap apartemen menunjukkan bahwa intensitas beban maksimum yang diukur dalam jangka waktu 10 tahun adalah kira-kira 26 psf, akan tetapi nilai yang lazim untuk perancangan tersebut adalah 40 psf.
Beban terpusat menunjukkan adanya aksi beban tunggal pada tempat-tempat kritis seperti pada tangga, langit-langit, garasi (misalnya dongkrak untuk mengganti ban), dan daerah-daerah bahaya lainnya yang mendapat perlakuan gaaya tekan terpusat yang tinggi. Walaupun tampaknya peraturan yang ada terlalu kaku, selalu aka nada unsure-unsur tak terduga yang harus dipertimbangkan.

Peraturan faktor keamanan minimum harus menjamin keadaan yang tak terduga seperti berdasarkannya manusia karena adanya upacara, latihan kebakaran, atau kelebihan beban pada bagian-bagian bangunan yang disebabkan oleh perubahan pemakaian atau perubahan susunan perabot dan dinding sehingga akan menimbulkan beban berlebih didaerah tertentu.
Kemungkinan terjadinya beban penghunian yang serentak pada setiap kaki persegi disetiap lantai yang didukung oleh sebuah kolam yang sangat kecil. Pembebanan yang sesungguhnya terdiri atas luas lantai yang berbeda dengan kondisi pembebanan yang berbeda pula. Pada umumnya, semakin kecil luas lantai, semakin besar intensitas beban potensialnya. Beban penghunian pada lantai tidak pernah merata. Hal ini dipertimbangkan dalam persyaratan bangunan berup izin menggunakan faktor pengurangan beban hidup, misalnya pada New York State Building Construction Code yang dikutip dibawah ini. Persyaratan ini membolehkan beban penghunian sebesar 80 % pada 3 lantai teratas suatu bangunan dan pengurangan sebesar 5 % untuk setiap penuruna lantai berikutnya sampai sekurang-kurangnya 50 % dari beban yang diperkirakan. Perhatikan bahwa angka 0.08 % memungkinkan kenaikan dalam persentase pengurangan dengan kenaikan yang sebanding dalam jumlah luas daerah penyumbang beban.
Peraturan tidak menganggap bahwa beban hidup yang bekerja pada elemen bangunan dikurangi karena kemampuan struktur bangunan yang simambung untuk menyebar kembali pembebanan ketika berubah bentuk. Sebaliknya kapasitas beban bangunan menjadi berkurang karena mengalami kelelahan akibat bertahun-tahun melawan beban angin, getaran, perubahan suhu, penurunan dan perubahan terus-menerus dari gaya-gaya lingkungan. Akan tetapi, bahan batu dan beton memiliki keunggulan dalam hal bertambahnya kekuatan sejalan dengan usia sehingga meningkatkan kapasitas bebannya.
Dari segi pandang struktur, pemilihan sistem struktur yang memadai bergantung pada pemahaman terhadap 3 faktor :
Beban yang akan dipikul
Sifat bahan konstruksi
Aksi struktur yang mengarahkan gaya-gaya beban melalui komponen struktur ke tanah.
Dengan mempertimbangkan unsur di atas, seorang perancang struktur menggunakan model sebenarnya untuk memperkirakan perilaku struktur dan bahan. Akan tetapi, nilai-nilai empiris di gunakan untuk memperkirakan intensitas pembebanan. Hal ini tampak bertentangan karena di satu pihak ekonomi konstruksi dan bahan bangunan di pertimbangkan, sedangkan di lain pihak di abaikan. Penelitian akan di perlukan di masa yang akan datang untuk memungkinkan perkiraan yang lebih tepat terhadap kondisi pembebanan sebenarnya.

tugas oleh: Muh. Ridlo A, Dienda Febryanita, Mia Yulita Avianti A, Reza Fahlevi, Jati Wiyanto

Post

TUGAS MENGANALISA BANGUNAN DI SEKITAR MASJIDIL HARAM

Dalam materi perkuliahan pada November 12, 2009 oleh mappaturi

28052009704Sewaktu Berada Di MEKKAH, Berada di tengah Pusaran orang yang melaksanakan tawaf mengelilingi Kabah, saya melihat hampir sekeliling Masjidil Haram sudah dikelilingi oleh bangunan tinggi. Bahkan ketika pertama kali sampai di tanah Haram Makkah, saya melihat masjidil Haram sebagai end of point dari bingkai bangunan-bangunan tinggi yang menjulang (saya melihat dari koridor Hotel Elaf Kinda).
Atas dasar tersebut, ketika pertama saya mengajar struktur Bangunan Tinggi, saya mengajak mahasiswa untuk mencari pemahaman bangunan tinggi dengan mengomentari/menganalisa bangunan tinggi di sekitar Masjidil Haram. Harapan saya agar mahasiswa dapat memahami beberapa alasan kenapa bangunan tinggi didirikan dan dapat mengambil hikmah dari contoh yang sudah ada. Sehingga Kelak jika menjadi arsitek ternama, tidak melakukan kesalahan yang hanya didasarkan oleh tujuan ekonomis semata, dan dapat menerapkan kaidah Islami di setiap sentuhan desainnya..amin.

dan  inilah beberapa tugas mahasiswa saya:
DAMPAK BANGUNAN TINGGI MENARA ABRAJ AL BAIT TERHADAP LINGKUNGAN MASJIDIL HARAM
Proyek perluasan kompleks Masjidil Haram meliputi proyek pembangunan sarana pendukung lainnya, seperti perumahan, sarana transportasi dan fasilitas lainnya bagi warga setempat maupun jamaah haji. Proyek expansi ini merupakan proyek pembangunan bangunan tinggi yang digarap kontraktor termasyhur, Bin Laden.
Proyek perluasan ini menyebabkan banyak bangunan digusur, atau diratakan dengan tanah. Tentu saja, proyek ini menyebabkan beberapa dampak, baik positif maupun negatif. Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan dana mencapai 60 triliyun real untuk ganti rugi penggusuran.
Bangunan-bangunan tinggi yang dibangun dalam proyek ini memberikan kemudahan bagi para jamaah haji karena fasilitas yang semakin lengkap. Proyek raksasa ini dimaksudkan agar para jamaah haji dapat semakin nyaman melaksanakan ibadah haji. Sebagian kalangan yang pro terhadap pembangunan ini berpendapat bahwa proyek perbaikan fasilitas untuk jamaah haji ini sangat bermanfaat. Kompleks Masjidil Haram semakin megah dan nyaman.

Di samping itu, proyek ini juga berdampak negatif baik secara fisik maupun non-fisik. Secara fisik, bangunan-bangunan tinggi itu menyebabkan banyak bangunan lain disekitarnya kurang mendapat cahaya matahari. Selain itu, bangunan yang serba modern ini membuat makkah tampak kecil di kompleks ini. View dari luar kompleks ke arah Masjidil Haram pun terhalang oleh bangunan yang serba tinggi ini, sehingga masyarakat tidak dapat dengan mudah menikmati keindahan Masjidil Haram. Demikian juga dengan arah pandang dari Masjidil Haram ke wilayah sekitarnya yang terbatas.
Dari segi non-fisik, keberadaan bangunan tinggi ini membawa dampak negatif bagi masyarakat dan para jamaah haji. Keberadaan bangunan tinggi serba mewah dan modern dangan berbagai fasilitas ini akan membuat masyarakat kurang memaknai sejarah ke-Islam-an yang begitu sakral di Masjidil Haram. Para jamaah yang datang untuk beribadah pun akan terganggu konsentrasinya akibat jajaran bangunan tinggi yang menawarkan berbagai fasilitas glamour sebelum mereka memasuki Masjidil Haram. Selain itu berbagai fasilitas yang menawarkan kemudahan bagi para jamaah haji menyebabkan para jamaah haji kurang bisa merasakan bagaimana perjuangan Nabi SAW dan para sahabatnya dalam melaksanakan dakwah Islam dan ketika melaksanakan ibadah haji.
Sekalipun keberadaan bangunan tinggi tidak dapat mengurangi esensi kewibawaan dan kesucian Masjidil Haram, namun keberadaannya mengikis sejarah keislaman di Masjidil Haram dengan segala bentuk modernisasi yang materialistis. Hal semacam ini digambarkan sebagai sejarah yang berulang, dimana dulu pada zaman jahiliyah Makkah dikepung pasukan gajah hingga Allah mendatangkan bala bantuan burung-burung Ababil untuk melindungi Makkah. Di zaman modern ini Makkah dikepung oleh bangunan-bangunan tinggi serba modern. Entah bala bantuan atau bencana yang akan didatangkan oleh Allah pada umat Islam disekitar Masjidil Haram dan di seluruh dunia.

OCTAVIA ayu_FARIDAtil umah_R.H SOFIana_M. NAJIKH_FAUZAN mubarak

1.1. Perkembangan Masjidil Haram dari Masa ke Masa.

Masjidil Haram adalah masjid tertua di dunia. Masjid bertiang 589 buah dari marmer atau granit ini lebih tua 40 tahun dari Masjid Al-Aqsa di Yerussalem. Pembangunan masjid ini untuk pertama kalinya dibangun oleh Nabi Ibrahim AS bersama dengan putranya Ismail AS.

Pada saat ini pembangunan Masjidil Haram telah berlangsung sekitar satu tahun lalu. Pelataran Masjidil Haram terus diperluas. Akibatnya, sekitar 1.000 gedung di sekitar Masjidil Haram dibongkar demi untuk pelayanan jamaah haji yang datang dari seluruh dunia. Pembangunan, penyempurnaan, dan perluasan Masjidil Haram adalah bagian dari sejarah dalam perjalanannya dari masa ke masa.

Pada awalnya, masjid yang memiliki 152 buah kubah ini sangat sederhana bentuknya. Bangunannya terdiri dari Ka’bah yang terletak di tengah-tengahnya. Kemudian ada sumur zamzam dan Maqam Ibrahim di sampingnya. Ketiga bangunan tersebut berada di tempat terbuka.

Pada masa awal perkembangan Islam sampai pada masa pemerintahan khalifah pertama Abu Bakar As-Shiddiq (543 M), bentuk bangunan Masjidil Haram juga masih sederhana. Masjid ini belum memiliki dinding sama sekali.Pada tahun 644 M, di masa Khalifah Umar bin Khattab (khalifah kedua), ia mulai membuat dinding masjid ini. Akan tetapi, dindingnya masih rendah, tidak sampai setinggi badan orang dewasa. Umar juga membeli tanah di sekitar Masjidil Haram untuk memperluas bangunan masjid guna menampung jamaah yang semakin hari semakin banyak.

Bangunan Masjidil Haram selalu diperluas dan diperindah dengan semakin banyaknya umat Islam yang berkunjung ke Baitullah dari masa ke masa.Khalifah Utsman bin Affan juga memperluas bangunan masjid tersebut pada masa pemerintahannya. Kemudian Abdullah Ibn al-Zubair (692 M) memasang atap di atas dinding yang telah dibangun. Hajjaj bin Yusuf al-Tsaqafi (714 M) yang pernah berkuasa di Makkah, juga pernah melakukan penyempurnaan bangunan Masjidil Haram. Demikian pula pada masa Khalifah al-Mahdi (Khalifah Bani Abbasiyah) yang berkuasa pada tahun 885 M, dibuat deretan tiang yang mengelilingi Ka’bah yang ditutup dengan atap. Saat itu dibangun pula beberapa menara.

Pada pemerintahan Sultan Salim II dari Kekhalifahan Turki Utsmani yang dilanjutkan oleh putranya, Sultan Murad III, dilakukan beberapa kali perbaikan dan perluasan bangunan Masjidil Haram. Pada masa ini juga dibuat atap-atap kecil berbentuk kerucut. Bentuk dasar bangunan Masjidil Haram hasil renovasi Dinasti Utsmani inilah yang dapat dilihat sekarang ini.

Pada masa pemerintahan kerajaan Saudi Arabia yang bertindak sebagai Khadim al-Haramain (pelayan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) beberapa tahun lalu, juga dilakukan perbaikan, penyempurnaan, dan perluasan Masjidil Haram. Tempat Sa’i yang sebelumnya berada di luar masjid, kini dimasukkan ke dalam dan dilengkapi dengan jalur-jalur sa’i yang dilengkapi atap yang teduh.

Kawasan masjidil haram pada saat ini

1.2. Dampak Bangunan Tinggi di Sekitar Masjidil Haram

mekah1Kota makkah yang menyandang sebagai kota suci bagi umat islam, yang setiap tahunnya menjadi tempat menunaikan ibadah haji bagi umat muslim kini telah terkepung oleh gedung-gedung pencakar langit. Akibatnya ketenangan dan kekhusu’an umat islam untuk beribadah terganggu.

Ka’bah yang terletak di tengah masjid Haram dan menjadi arah sholat bagi kaum muslim seluruh dunia, semakin tenggelam oleh berdirinya gedung-gedung tinggi yang berada di sekitarnya. Hal seperti perulangan kejadian yang telah Allah firmankan dalam surat Al-fill ayat 1-5

Artinya :

1.  Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu Telah bertindak terhadap tentara bergajah?

2.  Bukankah dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?

3.  Dan dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,

4.  Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,

5.  Lalu dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Bukan hanya itu peninggalan sejarah umat islam terancam keberadaannya, salah atu peninggaln bersejarah yang diratakan dengan tanah adalah benteng Ajyad. Inilah benteng yang dibangun pada 1775 yang sangat berjasa dalam mempertahankan Kota Makkah. Benteng ini  dibangun ketika Makkah masih di bawah pemerintahan Turki Otsmani.

Aura Makkah sebagi tempat suci sekarang sudah semakin terkikis, karena kota Makkah saat ini makin penuh dengan bangunan-bangunan tinggi mulai dari hotel, pusat perbelanjaan dan toko-toko besar yang menjual produk Barat. Sebut saja kedai kopi Starbucks, Cartier and Tiffany, H&M dan Topshop

Hafidz, Agus Fauzi, dkk

Tugas-tugas ini disusun dengan beberapa daftar pustaka yang tidak saya lampirkan.

Post

SEJARAH PERKEMBANGAN BANGUNAN TINGGI

Dalam materi perkuliahan pada November 12, 2009 oleh mappaturi

SSK (Studio Struktur dan Konstruksi) III
OCTAVIA ayu_FARIDAtil umah_R.H SOFIana_M. NAJIKH_FAUZAN mubarak
Dosen: AB. Mappaturi
Bangunan tinggi adalah bangunan atau struktur tinggi. Bangunan tinggi berdasarkan beberapa standar berkisar antara 75 kaki sampai 491 kaki (23 m hingga 150 m). Sedangkan bangunan yang lebih dari 492 kaki atau 150 m disebut sebagai bangunan pencakar langit. Tinggi rata-rata satu tingkat adalah 13 kaki atau 4 m, sehingga bangunan setinggi 79 kaki atau 24 m memiliki 6 tingkat.
Munculnya bangunan-bangunan tinggi di kota-kota besar di dunia, disebabkan oleh kebutuhan akan ruang untuk melakukan aktivitas, serta tingginya harga lahan di pusat kota. Penemuan bahan bangunan yang ringan dan kuat, seperti alumunium, baja, berbagai ragam kaca, dan beton bermutu tinggi mengakibatkan orang mempunyai alternatif pilihan bagi rancangan bangunan tinggi. Perkembangan metode konstruksi mengakibatkan pembuatan bangunan tinggi dapat dilaksanakan secara lebih cepat dan ekonomis, sedangkan kemajuan di bidang teknologi informasi dan komputer menyebabkan para perancang dengan mudah melakukan simulasi terhadap bangunan tinggi yang akan dibangun.
Di Amerika Serikat, perkembangan bangunan tinggi dimulai akhir abad ke-19 dengan selesainya pembangunan di gedung St. Paul karya arsitek George B. Post di Broadway, New York dengan tinggi 19 lantai pada tahun 1984. Perkembangan bangunan tinggi telah melalui berbagai tahapan gaya rancang bangunan yang masing-masing menghasilkan bentuk Sky Line kota-kota besar dan memacu orang-orang untuk merancang bangunan yang lebih tinggi lagi.
Periode perkembangan gaya rancang bangunan tinggi di dunia
Periode Gaya Rancang
1880-1900 Tahapan fungsional (The Functional Period)
1900-1920 Periode eklektik (The eclectical period)
1920-1940 Art Deco (The Art Deco Period)
1950-1970 Gaya Internasional (The International Style Period)
dipelopori Miss van der Rohe
1965-1975 Muncul bangunan pencakar langit di Chicago (The Supertall Period)
1970-1980 The Social Sky Crapper Period
After 1980 The Post Modern Period
(temuan bahan bangunan baru seperti alumunium, baja tahan karat, dan kaca)

Perbandingan Ketinggian Bangunan Tinggi di Dunia
No Bangunan Tempat Tinggi
1. Messeturm Frankfurt 260 m
2. Empire State Building New York 381 m
3. Asia Plaza Kaohsiung Taiwan 427 m
4. Chongqing Tower Kuala Lumpur 457 m
5. Tokyo-Nara Tower Tokyo-Nara 880 m

SISTEM STRUKTUR BANGUNAN TINGGI
Pada dasarnya setiap sistem struktur pada suatu bangunan merupakan penggabungan berbagai elemen struktur secara 3 dimensi, yang cukup rumit. Fungsi utama dari sistem struktur adalah untuk memikul secara aman dan efektif beban yang bekerja pada bangunan, serta menyalurkannya ke tanah melalui fondasi. Beban yang bekerja pada bangunan terdiri dari beban vertikal, horizontal, perbedaan temperatur, getaran, dan sebagainya.
Sistem struktur dalam proses perancangannya selalu menghadapi kendala, di antaranya: persyaratan arsitektural, sistem mekanikal dan elektrikal, metode konstruksi, dan aspek ekonomi.
Dalam berbagai sistem struktur, baik yang menggunakan bahan beton bertulang, baja maupun komposit, selalu ada komponen (subsistem) yang dapat dikelompokkan dalam sistem yang digunakan untuk menahan gaya gravitasi dan sistem untuk menahan gaya lateral.

Sistem struktur bangunan tinggi

Post

MEDINAH 2

Dalam Di Tanah Haram pada November 12, 2009 oleh mappaturi

Ada banyak hal baru berada di daerah baru. Bila di Indonesia, hotel bintang 3 apalagi sampai berbintang 5, mestinya jika memiliki toko di dalamnya, tokonya akan sangat elite dan bisa jadi barang-barangnya mahal. Di madinah, mungkin karena tuntutan pasar, sehingga meskipun berada di bawah hotel berbintang, tapi rasanya seperti di pasar. Harganya pun masih relatif murah. Hal yang istimewa yang saya lihat di hampir setiap toko adalah lampu-lampu yang digunakan sangat banyak. Jangan membayangkan sangat banyak itu berkisar 10 lampu, tapi dalam sebuah toko ukuran 3 x 3 m,jumlah lampu yang digunakan sekitar 200 lampu. Lihat saja foto berikut:

22052009655

Gambar Ini adalah gambar lampu dengan jarak sekitar 20cm antara masing-masing lampu

Saya sempat berdiskusi dengan pemilik toko menanyakan biaya listrik yang harus dia bayar setiap bulan, dan dia menjawab enteng, yang dibayar perbulan cuma biaya sewa toko sebesar Rp.200 real, sedangkan listriknya tidak perlu dibayar, karena di arab, energi untuk bahan listrik yaitu minyak masih berlimpah ruah, Subhanallah..
Saya membayangkan kreatifitas arsitek disini untuk teknik lighting mestinya bisa sangat maksimal ya..karena pengalaman saya di Indonesia, untuk beberapa klien yang saya temui, selalu menitip pesan sebelum didesain agar lampunya pakai yang sedikit saja biar bayar listriknya tidak mahal. Padahal karya arsitek, utamanya interior, biasanya akan sangat menarik bila dipadukan dengan teknik lighting yang baik dan maksimal. Tapi adik-adik jangan berkecil hati, saya tetap bisa kok ternyata memberikan hasil interior yang baik meskipun lightingnya tidak maksimal, tapi memang harus dipadukan dengan kreatifitas yang baik, sehingga meskipun lightingnya hanya menggunakan sedikit lampu, namun ditempatkan pada area-area yang tepat, kesan ruang yang diberikan juga menjadi jauh lebih baik.

Post

Pengalaman 1 ( AIRPORT YAMAN)

Dalam Di Tanah Haram pada November 12, 2009 oleh mappaturi

Kami tiba sekitar jam 2.00 dini hari waktu setempat. Itulah saat saya pertama kali berada di luar tanah air tercinta Indonesia. Turun dari bandara, saya cukup kaget melihat pesawat yang kami tumpangi memang cukup besar, bahkan daerah baling-balingnya sebesar bus yang mengangkut kami. Karena takjub, saya mengambil kesempatan untuk berfoto sebentar, sampai tidak sadar kalau saya ketinggalan bus. Untungnya busnya ada 2, sehingga saya masih bisa naik sampai di daerah penerimaan untuk pemeriksaan pasport.
Seperti orang yang baru di daerah baru, saya menunggu hal-hal yang membuat saya takjub, baik dengan desain arsitekturnya, ataupun hal-hal lain. Masuk di dalam ruang pemeriksaan, semua tulisan yang saya liat ditulis dengan tulisan arab. Lumayan, melihat hal baru dan sudah benar2 seperti berada di tanah arab. Namun dari segi arsitektur ruangan, termasuk penataan interior, jadi alhamdulillah, saya masih melihat hal-hal yang wajar seperti yang ada di sebagian bandara-bandara lama di Indonesia.
Karena pesawat yang akan kami tumpangi masih lama (sekitar jam 10 pagi kata panitia), maka kami diajak ke ruang tunggu yang lokasinya agak jauh dari tempat kedatangan. Saya masih berharap, bahwa akan melihat hal-hal baru di daerah tsb. Ternyata saya memang agak kaget, kok meubel- meubel yang digunakan mirip dengan yang ada di indoensia ya..tapi dengan gaya yang sudah lama..liatlah foto-foto berikut:

relingmeja

Post

MEDINAH 1

Dalam Di Tanah Haram pada Agustus 23, 2009 oleh mappaturi

Kami tiba di Madinah pada sekitar jam 13.00 waktu setempat. Saya menginap di hotel AL- HARAM MADINAH, dimana di depan hotel tempat saya menginap, dan disekitarnya sedang berlangsung pembangunan hotel juga. Kesempatan ini kemudian saya manfaatkan untuk melihat sewaktu-waktu proses pembangunan di sana. Cuma karena waktunya singkat, jadi yang saya sempat tahu juga singkat…he2…

Di madinah, kayaknya semua hotel yang dibangun sekitar Mesjid Nabawi menggunakan loster sebagai pengganti batubata. Bila bukan loster, yang digunakan adalah batako. Intinya adalah bahan dengan sisi dalam yang berongga. (lihat penjelasan saya secara sains di jurnal)

27052009687

pada gambar di samping ini terlihat loster yang cukup banyak sebagai bahan bangunan pengganti batu bata

Jika melihat dari temperatur rata-rata di daerah arab yang cukup tinggi, apalagi melihat fungsi bangunan sebagai hotel, dengan tinggi bangunan yang menjulang sehingga memungkinkan radiasi langsung menerpa bangunan di hampir semua sisinya, diperlukan dinding yang cukup kuat untuk menahan panas agar lebih lama masuk ke dalam zone living. Hal ini diantisipasi dengan menggunakan loster, kemudian ditutup aspal dan akhirnya dilapisi marmer. (bila ingin lebih jelasnya, nanti cari jurnal saya aja, sudah saya tulis semuanya di jurnal).

Tapi ada hal yang kurang baik, sewaktu kita keluar dari hotel (dengan temperatur yang nyaman karena menggunakan AC) entah menuju mesjid untuk shalat (utamanya di jam 11.00- 19.00 waktu sana (magribnya jam 19.00)) atau sekedar berbelanja, meskipun posisi kita masih di koridor hotel, tapi panas yang menyentuh, utamanya yang terasa di pipi itu rasanya seperti berada di belakang knalpot mobil truk. Awalnya saya pikir ini terjadi karena di depannya ada jalan dan ada mobil, tapi setelah saya analisa dikit2, intensitas mobil yang lewat, sangat-sangat sedikit, tapi kok panasnya sangat tinggi. Kemudian akhirnya saya tahu ini terjadi karena saya berada diantara bangunan-bangunan tinggi, yang karena telah didesain sedemikian rupa untuk meminimalis panas yang masuk ke interior, akhirnya panas-panas tersebut kemudian dipantulkan dan mengumpul di antara bangunan-bangunan tinggi satu dengan lainnya.

Ada hal-hal positif dari pengetahuan tentang modifikasi facade sehingga mampu menahan panas radiasi (berjuta watt) namun ada juga hal negatif, dimana zona antara bangunan-bangunan yang menjulang tinggi menjadi sangat panas. Padahal zona2 tersebut juga menjadi area manusia. Hal ini menjadi pelajaran pertama bagi kita, agar sewaktu mendesain, untuk tidak hanya memfokuskan pemikiran desain pada bangunan, namun juga harus memikirkan dampak bagi lingkungan sekitar. Karena sebaik-baik bangunan yang kita bangun adalah yang memberikan manfaat bagi semua, bukan hanya bagi penggunanya saja. “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”

Post

PERJALANAN KE TANAH HARAM

Dalam Di Tanah Haram pada Agustus 23, 2009 oleh mappaturi

Foto177

Di sekitar 20 Mei 2009 s/d 4 Juni 2009 Alhamdulillah, kami diberi rejeki oleh Allah untuk memenuhi panggilan ber-Umroh (insya Allah Hajinya bentar lagi, masih antri,he2), Allah memerintahkan  Nabi Ibrahim AS:
Dan serulah manusia untuk melakukan Haji. Mereka akan datang kepadamu dengan bertelanjang kaki atau dengan menunggang unta yang sudah lemah dan mereka akan datang padamu dari setiap padang pasir yang jauh letaknya (Al-Quran 22:27)

Ada banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapat, yang akan saya bagikan ke adik-adik mahasiswa secara bertahap.
Pelajaran awal yang saya dapat adalah manfaat sedekah. Adik-adik sebaiknya nonton ceramah sedekah yang dibawakan Ustast Yusuf Mansyur di TPI. Beliau mengajarkan banyak hal, dan saya juga sudah menjalankannya dan sudah merasakan banyak manfaat bersedekah termasuk bisa ber-umroh dan meng umrohkan orang tua dan banyak hal lain termasuk kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan usaha. Saya sendiri kaget, karena sebenarnya belum siap untuk berangkat umroh, tapi orang tua mendesak dengan alasan beliau semakin tua, takutnya semakin tidak mampu. Alhamdulillah dengan kekuasaan dan ijin Allah, dalam hampir 2 bulan saya berhasil mengumpulkan dana untuk memberangkatkan umroh istri dan kedua orang tua saya, meskipun pada saat itu dollar lagi tinggi-tingginya sampai Rp.12.000…Alhamdulillah dan Subhanallah…
Sedekah menurut ustas Yusuf, akan menjauhkan kita dari 4 hal. Tiga diantaranya adalah kemiskinan, penyakit dan musibah atau marabahaya….lebih jelasnya, adik2 nonton aja ya…pokoknya saya adalah bukti nyata ceramah beliau…

Cerita saya akan saya mulai per bagian, disimak aja..insya Allah banyak hikmah termasuk hikmah arsitekturnya..amin

Post

(ARSITEKTUR UIN MALANG) KULIAH DI ARSITEKTUR seperti BEKERJA DI DUNIA NYATA meskipun masih dalam LINGKUP KECIL

Dalam bagi pengalaman pada Juli 13, 2009 oleh mappaturi

Adik2 mahasiswa, dunia nyata ini, dari pengalaman kecil saya menjalani dunia arsitektur dan konstruksi yang kemudian saya kaitkan dengan dunia kita di kampus, hampir2 mirip.
Di dunia proyek arsitektur, setiap hari saya berhadapan dengan berbagai karakter orang/klien, yang harus saya (apa ya bahasa indonesianya “ngemong”…he2..)agar apa yang ingin saya sampaikan (berkaitan dengan desain ataupun pengerjaannya) dapat diterima dengan baik.

Owner atau pemilik proyek, sebagai klien kerja saya, memiliki bermacam2 karakter. Dari beragam proyek yang lelah saya kerjakan, tidak satupun karakter klien yang sama (meskipun ada beberapa yang mirip). Ada klien yang baik dan sangat percaya sepenuhnya ke kita, tidak mengejar ataupun menekankan bahwa proyek yang kita kerja harus selesai pada tanggal tertentu, ataupun beliau “klien” tidak menegur atau mengingatkan, namun pada tanggal yang telah disepakati, bliau sudah siap dengan semua prabotannya untuk masuk ke bangunan baru (yang membuat kita terpontang panting,he2). Sebaliknya juga, ada klien yang dari awal, bahkan kadang setiap hari menelfon kita mengingatkan kerjaan kita harus kelar di tanggal sesuai kesepakatan.

Hal ini sama seperti dosen-dosen kita. Ada karakter dosen yang tidak membuat jadwal ketat pekerjaan tugas besar termasuk asistensinya. Ada pula dosen yang menekan untuk setiap minggu menyicil pekerjaan tugas besar melalui SAP (satuan acara perkuliahan). Dari hasil pengamatan saya, mahasiswa yang tidak ditekan, pada akhirnya tidak dapat menyelesaikan secara maksimal pekerjaannya. Namun lucunya,dari hasil diskusi dengan banyak mahasiswa, mahasiswa yang ditekan, ada juga (hingga merasa tidak mampu berkreasi, he2..) yang tidak dapat memaksimalkan hasilnya karena katanya idenya jadi tidak bisa keluar karena tidak rileks.

Adik-adik mahasiswa, dosen-dosen kita dengan berbagai karakter dan cara mengajar, harusnya kita jadikan pelajaran untuk meningkatkan potensi kita menghadapi beragam karakter di dunia kerja arsitektur ataupun umum besok. Bila ingin sukses, kita tidak boleh tergantung dari karakter dan cara mengajar dosen, tapi harus kita tanamkan dari diri kita sendiri keinginan untuk maju tersebut. Apalagi seperti yang berkali-kali saya ceritakan di perkuliahan, adik2 mahasiswa ini bukan lagi anak SD-SMU yang harus disuap, tapi di perkuliahan, tugas dosen hanya mengarahkan, adik-adiklah yang menentukan ingin maju atau hanya jadi orang biasa-biasa.

Dikaitkan dengan proyek, bayangkan misalnya, kita bertemu klien dengan tipe yang sungkan mengingatkan waktu pengumpulan pekerjaan. Pada hari H, bila kita tidak selesai, ada banyak hal yang akan kita hadapi:
1. Nama kita jadi buruk, karena tanpa kita sadari, kita akan menoreh citra yang jelek dengan terlambatnya pengumpulan tersebut, dan cerita ini akan berlanjut dari mulut ke mulut, yang akan semakin memperburuk cerita dan citra kita.
2. Terkena denda
3. DLL

REKAN KERJA DI PROYEK SAMA DENGAN REKAN KULIAH
Pelajaran berikutnya adalah rekan kerja dalam hal ini diwakili oleh teman kuliah kita. Dalam 1 kelas, mungkin kita berteman sekitar lebih dari 40 anak. Sdengan jumlah sebanyak itu, tentu sangat banyak karakter yang akan kita temui.

IMG_1473

Saya dan Karyawan Bagian Pelaksanaan sewaktu mengerjakan di Unibraw

Begitupula dengan karyawan-karyawan saya dengan karakter berbeda-beda juga. Ada yang diberitau sekali, sudah paham dengan keinginan kita, namun ada pula yang harus dijelaskan berkali-kali baru paham. Bahkan ada yang dijelaskan beribu kali, namun tapi tetap salah, sehingga harus diawasi. Hal ini sama seperti teman kuliah kita. Apabila mendapatkan tugas kelompok, kita akan berhadapan dengan banyak karakter. Ada teman yang memang siap dan enak diajak bekerja kelompk, ada teman yang bisanya cuma bagian belanja, bahkan ada teman yang tidak bisa kerja, tapi sangat ahli bila sudah waktunya presentasi. Hal ini juga harusnya kita jadikan pelajaran, sebagai modal untuk menghadapi dunia kerja besok. Setahu saya berdasarkan apa yang sudah saya coba, kemampuan memasang-masangkan karyawan/tukang sangat berpengaruh pada hasil kerja. Belum tentu menggabungkan karyawan yang sudah ahli/pintar dengan karyawan lainnya yang juga ahli/pintar memberikan hasil yang maksimal. Tapi juga belum tentu keryawan ahli dengan karyawan biasa digabungkan juga menghasilkan hasil yang maksimal juga. Semua butuh proses dan pengenalan terhadap masing-masing karakter.

Hal serupa ini saya rasa dialami adik-adik  di pekerjaan tugas secara berkelompok. Kenalilah semua karakter teman anda, kemudian bila anda bukan ketua kelompok, berilah saran untuk mencoba menggabungkan teman A,B kemudian teman C dan D untuk mengerjakan sub-sub bagian kerjaan kelompok. Jangan lupa, anda juga harus terlibat langsung.
Di proyek, saya membiasakan diri untuk sewaktu-waktu turun tangan membantu tukang. Membantu mengambilkan bata, mengecet, dll. Tujuannya adalah untuk meningkatkan rasa kebersamaan tukang dengan kita yang insya Allah berpengaruh pada kinerja kerja tukang.
Kesimpulan dari yang ingin saya sampaikan (biar tidak terlalu panjang ceritanya, he2..) adalah:
1. Tetap kencangkan semangat dan kinerja kita meskipun dosennya tidak sesuai/sepaham dengan pola berfikir kita. Karena baik tidaknya hasilnya, kita sendiri mahasiwa yang akan merasakannya
2. Jangan jauhi teman-teman yang aneh, tapi berusahalah untuk dekat dengan semua teman kita dikelas. Karena besok hal serupa akan kita hadapi di dunia kerja
3. Jangan mencontek bila ujian dan jangan plagiat bila mengerjakan tugas besar. Setiap kecurangan yang kita lakukan akan menorehkan satu garis kuat pada pembentukan pribadi kita.
4. Mohon selalu pada Allah agar selama kuliah (yang merupakan proses pematangan pribadi kita) selalu diberikan petunjuk jalan yang lurus.

Inti semuanya adalah: KULIAH ADALAH PROSES PEMBENTUKAN DAN PEMATANGAN PRIBADI KITA. LAKUKANLAH HAL2 TERBAIK DAN BENAR AGAR BESOK PADA SAAT TURUN KE DUNIA KERJA, KITA MENJADI INSAN YANG BENAR2 BERMANFAAT, BAIK BAGI NEGARA DAN UTAMANYA AGAMA ISLAM.
JANGAN LAKUKAN KECURANGAN DI KULIAH, KARENA BESOK, BISA JADI PRIBADI JELEK DI KULIAH AKAN MEMBAWA KITA JADI KORUPTOR DAN KEMUDIAN JADI SAMPAH MASYARAKAT..nauzubillah…

Post

BUKUKU: KUBINGKAI ARSITEK MENJADI SHIDDIQ

Dalam karya pada Mei 14, 2009 oleh mappaturi

cover jpeg

PENDAHULUAN

Menjadi Arsitek, insya Allah bagi beliau-beliau yang benar-benar telah berdedikasi sebagai seorang arsitek, entah sebagai guru besar, ataupun sebagai profesional, dimata saya, terlihat melewatinya dengan sangat mudah.
Ide penulisan ini lahir berdasarkan pengalaman yang saya jalani selama 2.7 tahun berkecimpung langsung di dunia kearsitekturan dengan menjadi perancang/perencana dan pemborong bangunan, dengan proyek yang alhamdulillah telah berhasil kami selesaikan sebanyak kurang lebih 60 proyek berskala menengah ke bawah. Perjuangan yang cukup berat, dengan godaan dan cobaan untuk menyimpang dari syariah islam yang cukup besar, membuat saya merasa wajib membaginya ke pembaca sebagai peringatan ataupun wacana, utamanya bagi sarjana-sarjana arsitektur yang juga ingin membuka usaha arsitektur sendiri. Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat…Meskipun sampai sekarang saya masih belum dapat dikatakan sebagai seorang arsitek.
Bagi saya, beratnya cobaan dan godaan selama menjadi arsitek di proyek desain dan konstruksi, membuat saya merasa perlu untuk memperkuat pengetahuan akan syariah Islam sebagai bingkai/barrier agar mampu mengatasi/melalui semua cobaan yang ada selama berarsitektur dan tetap berada dalam jalur yang islami.
Sebelum berbicara terlalu jauh, terlebih dahulu saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kesemua Bapak dan Ibu Arsitek, apabila dalam tulisan ini terdapat kata-kata yang menyinggung ataupun menunjukkan ketidak mampuan saya mengulas akan arsitektur, semata-mata memang karena saya masih sangat awam di dunia kearsitekturan. Namun meskipun demikian, saya memohon dukungannya. Rasanya inilah saat yang tepat bagi saya untuk mulai menguraikan bagaimana membingkai diri sebagai seorang arsitek yang mukmin terhadap semua godaan yang ada.
Buku ini, awalnya saya mulai dengan judul ”Susahnya Menjadi Arsitek yang Shiddiq”. Namun setelah lama merenung, saya berfikir bila menggunakan judul tersebut, adik-adik lulusan SMA mungkin akan takut masuk ke arsitektur. Padahal saya tidak menginginkan itu terjadi. Karena di arsitektur lah mereka dapat diberi keistimewaan untuk memberikan konstribusi terbesar pada kehidupan orang lain. Seorang arsitek memiliki potensi yang besar untuk menggiring orang ke hal yang baik ataupun buruk sesuai apa yang diinginkan sang arsitek melalui tarikan garis tangannya (disain gambar yang kemudian diaplikasikan jadi bangunan). Kemudian saya merubah judulnya menjadi ”Membingkai Arsitek menjadi Shiddiq”.
Mengapa hanya shiddiq? Memang harusnya yang paling tepat dan ingin saya gunakan adalah Arsitek Mukmin. Sehingga dalam semua pola pikir, gerak dan tingkah lakunya menunjukkan keimanannya kepada Allah SWT. Namun rasanya terlalu berat bagi saya bila harus menggunakan judul tersebut, karena saya sendiri masih jauh dari sebutan mukmin, apalagi untuk mengajak orang lain. Akhirnya saya hanya membatasi pada shiddiq, sebagai langkah awal untuk mencapai keimanan yang lebih tinggi. Ya Rasulullah, terangkan tentang Islam dan aku tidak perlu lagi bertanya-tanya kepada orang lain. Nabi Saw menjawab, “Katakan: ‘Aku beriman kepada Allah lalu bersikaplah lurus (jujur)’.” (HR. Muslim)
Shiddiq berarti benar, jujur dan lurus (Thaufik, 2005). Shiddiq, dalam arsitektur saya implementasikan sebagai berikut: ”benar” berarti semua pola gerak dan tingkah lakunya benar sesuai dengan Al-Qur’an dan hadits; ”Jujur” berarti desain dan pengamplikasiannya mengandung nilai kejujuran yang tinggi. Sedangkan ”lurus” berarti seorang arsitek, harus benar-benar lurus kepada tujuannya. Jangan sampai arsitek mengenyampingkan tujuan utamanya demi sebuah kenikmatan sesaat. Jangan sampai demi mengejar setoran, dalam mendesain kita hanya memikirkan estetika, agar gambar cepat selesai dan lupa akan fungsi-fungsi yang berkaitan dengan kemanusiaan. Juga lupa akan makna yang ingin dicapai dari setiap desain.
Ketakutan terbesar saya dalam menulis buku ini adalah akan banyak bercerita mengenai godaaan dan ujian dalam arsitektur. Bisa jadi keburukan yang saya cerita, berkaitan dengan orang lain dan melukai perasaan orang/arsitek tersebut. Hal ini menyebabkan saya jadi cukup lama menyelesaikan buku ini. Apalagi mengingat ceramah yang sering saya dengar, Bila menceritakan orang, apabila cerita kita benar disebut ghibah dan bila ternyata cerita kita salah menjadi fitnah. Untuk menghindari semua itu akhirnya saya memutuskan untuk berbicara mengenai diri saya sendiri saja. Dengan demikian saya juga memohon maaf bila dalam buku ini terlalu banyak kata-kata ”saya”, yang tujuannya hanya untuk menghindari praduga ke orang lain. Meskipun sebenarnya semua yang saya cerita bukan didasarkan pada praduga, tapi kesaksian yang benar. wallahu A’lam.
Gambaran singkat mengenai buku ini, saya uraikan sebagai berikut: Bab1, akan mengulas sedikit tentang apa dan bagaimana arsitek dan arsitektur, dilihat dari potensinya untuk menciptakan kemaslahatan atau kehancuran. Pada bab 2, saya langsung memilih topik ”Sarjana Arsitek dalam Langkah Awal”. Saya memilih topik ini sebagai pokok bahasan kedua karena saya melihat momen ini yang paling perlu untuk diarahkan dulu dibandingkan momen lainnya. Momen tersebut adalah penentuan sistem pekerjaan yang hendak diambil seorang Sarjana Arsitektur. Pemilihan pekerjaan yang salah, dapat berakibat pada terbentuknya arsitek untuk menciptakan kerusakan. Namun bila dari awal diarahkan, insya Allah kelak dapat dibentuk arsitek-arsitek yang shiddiq dan berahlakulkarimah.
Pada Bab ke 3, saya menguraikan mengenai cobaan yang dihadapi arsitek berdasarkan pengalaman yang saya rasakan, yang saya padukan dengan data-data pustaka. Pemilihan ini menjadi momen berikutnya yang perlu untuk dibenahi, untuk membentuk mental arsitek yang shiddiq. Momen ke 3 ini sudah sangat susah dan berat untuk melakukan perubahan. Karena semua sudah menjadi satu dengan diri para arsitek-arsitek. Namun meskipun susah, saya coba menggambarkan apa yang saya alami. Bab ke empat saya kaitkan dengan pemecahan untuk ujian yang diterima pada bab ke 3. Pada bab ke 4 ini, semua pola pandang dari Al-Qur’an dan hadits yang telah dan masih saya coba untuk implementasikan ke dalam upaya pemecahan masalah-masalah yang ada. Dengan berpegang pada Al-Qur’an dan hadits, saya sangat yakin kita dapat melakukan pembenahan dalam dunia kearsitekturan, yang insya Allah akan saya mulai dari diri saya pribadi. Bab ke 5 berbicara mengenai dunia pendidikan. Saya tempatkan di belakang karena bagian ini saya anggap lebih mudah melakukan perubahan dibandingkan momen-momen sebelumnya. Di dunia perkuliahan, calon arsitek masih berada dalam pengawasan si pendidik hingga menyelesaikan kuliahnya. Meskipun sebenarnya tetap susah karena tujuannya untuk merubah sikap seseorang. Namun di sinilah peluang awal untuk menanamkan pola pikir yang dapat mengarahkan pada terbentuknya bingkai arsitektur yang shiddiq pada diri mereka.

Post

MEMPELAJARI TEORI RANGKA BATANG DAN RANGKA RUANG DENGAN SISTEM ”LEARNING BY DOING”

Dalam yang asyik pada Maret 30, 2009 oleh mappaturi

Struktur Konstruksi 03 adalah kuliah mengenai bangunan bentang lebar. Inti pelajarannya sebagian besar adalah teori, yang kemudian nanti di akhir kuliah mahasiswa diberikan tugas gambar dan membuat maket sebagai aplikasi dari semua materi pokok struktur bentang lebar yang dipelajari selama kurang lebih 10 kali pertemuan. Pada awal mengajar dulu di angkatan 2004-2005, sistem ini sudah saya gunakan. Namun rasanya pada awal-awal kuliah, mahasiswa yang dapat menangkap apa yang saya ajarkan hanya 80%. Ini terbukti saat  UTS, nilai baik (75<) hanya diperoleh oleh kurang lebih 80% mahasiswa.

Saya kemudian berusaha mencari teknik pengajaran yang menyenangkan namun mahasiswa juga dapat lebih menerima. Akhirnya disetiap materi pokok, kami belajar dengan diawali diskusi kecil, kemudian aplikasi dengan membuat miniatur dan sebelum mengakhiri kuliah, kita bersama-sama membuat kesimpulan mengenai sistem struktur yang kita pelajari saat itu.

Untuk materi awal, yaitu rangka ruang dan rangka batang, mulai saya coba dengan mengajak mahasiswa perkelompok untuk melihat miniaturnya. kemudian dari miniatur tersebut kita ujikan dengan beban yang diskalakan. Hasilnya mahasiswa dapat mengetahui bagian batang-batang mana yang terlebih dahulu mengalami deformasi atau bahkan sampai patah. proses ini kemudian dianalisis berdasarkan teori yang ada untuk mencari penyebab terjadinya deformasi ataupun patahan. Setelah itu dicari penyelesaian untuk mengatasi masalah yang ada.

28032009374 28032009375

Gambar mahasiswa dengan belajar struktur rangka ruang.

Sistem ini rasanya cukup berhasil. Apalagi bila di materi struktur Rangka Batang dan Rangka Ruang. Karena memang agak susah membedakan keduanya, apalagi dalam bentuk 3D. Sehingga selain mahasiswa paham bentuknya, juga dapat memahami analisa strukturnya secara arsitektural.

Setelah menyelesaikan kurang lebih 8 Materi Pokok Struktur Bentang Lebar, mahasiswa kemudian diminta untuk menggabungkannya dalam satu bentuk tugas besar. Mahasiswa diminta untuk mendesain sebuah bangunan bentang lebar, dengan menggabungkan minimal 5 sistem struktur BL. tujuan penggabungan adalah untuk meningkatkan intuisi juga kreatifitas mahasiswa dalam merancang, dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidah struktur yang digunakan.

Sedangkan hasil akhir tugas besar dapat dilihat dengan foto-foto berikut:

24032009349 24032009355 24032009362

foto-foto karya maket Mahasiswa Arsitektur Angkatan 2006

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.