Articles

Beban-Beban Struktur

In materi perkuliahan on November 12, 2009 by mappaturi

untuk masukan bagi adik-adik mahasiswa yang susah buka buku tapi suka ngenet, ini ada tulisan dari tugas yang saya berikan ke mahasiswa saya beberapa waktu dulu, mudah2an bermanfaat:
Ada beberapa beban atau gaya yang terjadi pada bangunan, yaitu :
Beban mati
Beban hidup
Beban hujan
Beban angin
Beban seismic
Beban tekanan air dan tanah
Beban konstruksi
Beban karena perubahan bahan akibat iklim
Beban ledakan
Beban getaran mesin
Salah satunya yang di bahas oleh kelompok 2 ialah “Beban Hidup.”

BEBAN HIDUP
Beban hidup berbeda dengan beban mati karena sifatnya : beban ini berubah- ubah dan sulit diprakirakan. Perubahan beban hidup terjadi tidak hanya sepanjang waktu, tetapi juga sebagai fungsi tempat. Perubahan ini bisa berjangka pendek atau panjang sehingga menjadi hampir mustahil untuk memperkirakan beban-beban hidup secara statis.

Beban yang disebabkan oleh isi benda-benda didalam atau diatas suatu bangunan dinamai beban penghunian (occupancy load). Beban-beban ini mencakup beban peluang untuk berat manusia, perabot, partisi yang dapat dipindahkan, perlengkapan mekanis, kendaraan bermotor, perlengkapan industry, dan semua beban semi permanen atau beban sementara lainnya yang berpengaruh terhadap sistem bangunan, tetapi bukan bagian dari struktur dan tidak dianggap sebagai beban mati. Contoh lain beban hidup lain adalah angin, hujan/salju, ledakan, gempa, tekanan tanah, tekanan air, perubahan temperature, dan beban yang disebabkan oleh pelaksanaan konstruksi.

Dengan adanya hal-hal yang tak teduga dari bangunan tinggi, maka hampir mustahil untuk memperkirakan keadaan beban hidup yang mungkin terjadi yang akan mempengaruhi struktur. Melalui pengalaman, penyelidikan, analisis serta nilai beban yang dianjurkan untuk penggunaan telah dikembangkan. Hal ini masuk dalam persyaratan bangunan serta faktor keamanan empiris yang menyatu untuk mengimbangi kemungkinan keadaan beban maksimum.
Nilai-nilai beban tersebut berupa beban merata ekuivalen dan beban terpusat yang telah diketahui sebelumnya. Beban merata ekuivalen mencerminkan keadaan beban pemakaian yang sesungguhnya. Nilai-nilai yang ditetapkan berdasarkan perkiraan beban yang sesungguhnya, tampaknya agak konservatif. Penyelidikan yang dilakukan berdasarkan beban penggunaan sesungguhnya di berbagai gedung perkantoran menunjukkan beban maksimum sebesar 40 psf (pound pesquare foot) sedangkan nilai rancangan yang disarankan adalah 80 psf. Suatu penyelidikan beban terhadap apartemen menunjukkan bahwa intensitas beban maksimum yang diukur dalam jangka waktu 10 tahun adalah kira-kira 26 psf, akan tetapi nilai yang lazim untuk perancangan tersebut adalah 40 psf.
Beban terpusat menunjukkan adanya aksi beban tunggal pada tempat-tempat kritis seperti pada tangga, langit-langit, garasi (misalnya dongkrak untuk mengganti ban), dan daerah-daerah bahaya lainnya yang mendapat perlakuan gaaya tekan terpusat yang tinggi. Walaupun tampaknya peraturan yang ada terlalu kaku, selalu aka nada unsure-unsur tak terduga yang harus dipertimbangkan.

Peraturan faktor keamanan minimum harus menjamin keadaan yang tak terduga seperti berdasarkannya manusia karena adanya upacara, latihan kebakaran, atau kelebihan beban pada bagian-bagian bangunan yang disebabkan oleh perubahan pemakaian atau perubahan susunan perabot dan dinding sehingga akan menimbulkan beban berlebih didaerah tertentu.
Kemungkinan terjadinya beban penghunian yang serentak pada setiap kaki persegi disetiap lantai yang didukung oleh sebuah kolam yang sangat kecil. Pembebanan yang sesungguhnya terdiri atas luas lantai yang berbeda dengan kondisi pembebanan yang berbeda pula. Pada umumnya, semakin kecil luas lantai, semakin besar intensitas beban potensialnya. Beban penghunian pada lantai tidak pernah merata. Hal ini dipertimbangkan dalam persyaratan bangunan berup izin menggunakan faktor pengurangan beban hidup, misalnya pada New York State Building Construction Code yang dikutip dibawah ini. Persyaratan ini membolehkan beban penghunian sebesar 80 % pada 3 lantai teratas suatu bangunan dan pengurangan sebesar 5 % untuk setiap penuruna lantai berikutnya sampai sekurang-kurangnya 50 % dari beban yang diperkirakan. Perhatikan bahwa angka 0.08 % memungkinkan kenaikan dalam persentase pengurangan dengan kenaikan yang sebanding dalam jumlah luas daerah penyumbang beban.
Peraturan tidak menganggap bahwa beban hidup yang bekerja pada elemen bangunan dikurangi karena kemampuan struktur bangunan yang simambung untuk menyebar kembali pembebanan ketika berubah bentuk. Sebaliknya kapasitas beban bangunan menjadi berkurang karena mengalami kelelahan akibat bertahun-tahun melawan beban angin, getaran, perubahan suhu, penurunan dan perubahan terus-menerus dari gaya-gaya lingkungan. Akan tetapi, bahan batu dan beton memiliki keunggulan dalam hal bertambahnya kekuatan sejalan dengan usia sehingga meningkatkan kapasitas bebannya.
Dari segi pandang struktur, pemilihan sistem struktur yang memadai bergantung pada pemahaman terhadap 3 faktor :
Beban yang akan dipikul
Sifat bahan konstruksi
Aksi struktur yang mengarahkan gaya-gaya beban melalui komponen struktur ke tanah.
Dengan mempertimbangkan unsur di atas, seorang perancang struktur menggunakan model sebenarnya untuk memperkirakan perilaku struktur dan bahan. Akan tetapi, nilai-nilai empiris di gunakan untuk memperkirakan intensitas pembebanan. Hal ini tampak bertentangan karena di satu pihak ekonomi konstruksi dan bahan bangunan di pertimbangkan, sedangkan di lain pihak di abaikan. Penelitian akan di perlukan di masa yang akan datang untuk memungkinkan perkiraan yang lebih tepat terhadap kondisi pembebanan sebenarnya.

tugas oleh: Muh. Ridlo A, Dienda Febryanita, Mia Yulita Avianti A, Reza Fahlevi, Jati Wiyanto

7 Tanggapan to “Beban-Beban Struktur”

  1. assalamu’alaykum wr wb =D

  2. bagus pak……tgs mahasiswa post..sehingga tmn-tmn dapta mereview ulang tugas yang telah dikerjakan ……saya kopi ya pak postan nya…?

  3. boleh minta alamat email tidak? ada yang ingin ditanyakan.
    makasih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: