Articles

Hello world!

In Uncategorized on November 1, 2008 by mappaturi

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

2 Tanggapan to “Hello world!”

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

  2. DAMPAK DARI BANGUNAN DISEKITAR MASJIDIL HARAM TERHADAP LINGKUNGAN SEKITAR

    MATA KULIAH STUDIO STRUKTUR DAN KONSRUKSI 4
    Dosen : A.B. MAPPATURI, M.T

    Oleh:
    DITE PRASASYA
    BRIAN ANDRIASTA F.
    MAKHRUS WAFIN
    JAKFAR SODIK
    MUZAKKI NIDHOM
    YOHAN TANAMA

    JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR
    FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MALANG
    BAB I
    PENDAHULUAN

    Masjidil Haram, kadangkala disebut juga Masjid al-Haram ataupun Al-Masjid al-Harām (Arab : المسجد الحرام), adalah masjid paling suci mengikut kepercayaan umat Islam. Masjid ini terletak di Kota Makkah Al Mukharamah. Masjid al-Haram dibina mengelilingi Ka’bah, iaitu Qiblat umat Islam apabila mengerjakan solat.
    Satu di antara bangunan suci yang bersifat artistik dan bersejarah adalah Masjidil Haram. Masjid yang terletak di tengah-tengah kota Mekah dan dikelilingi beberapa bukit ini merupakan pembentukan kembali dan ikhtisar dari keselarasan, ketertiban, kedamaian alam semesta yang telah ditetapkan Allah SWT sebagai rumah peribadatan abadi kaum Muslim. Konon, pada masa Rasulullah saw hingga Khalifah Abu Bakar, Masjidil Haram belum memiliki dinding di sekelilingnya. Besarnya pun belum sebesar sekarang ini, dan belum diberi penerangan lampu-lampu dari bahan bakar minyak zaitun di sekitar Baitullah (Ka’bah). Keadaan ini sudah sejak Nabi Ibrahim As, sampai suatu ketika Umar bin Khathab yang menjabat sebagai khalifah kedua membeli rumah-rumah yang ada dan berserakan di sekeliling Ka’bah. Oleh Umar rumah-rumah yang telah dibelinya itu, diruntuhkan untuk memperluas Masjidil Haram tersebut. Dan dibuatnya dinding pada sekeliling masjid, dengan ketinggian lebih rendah dari manusia. Di atas dinding-dinding masjid itu, diletakan lampu-lampu oleh Atabah bin Azrak untuk menerangi Masjidil Haram tersebut.
    Pelebaran dan perluasan Masjidil Haram inipun dilanjutkan pula oleh Utsman bin Affan, karena semakin bertambah banyak dari tahun ke tahun orang yang melakukan shalat di masjid itu. Oleh Utsman bin Affan, Masjidil Haram itu dibuatkan kamar-kamar bilik (ruang), yang dinamakan ruak, pada sekeliling masjid, untuk digunakan sebagai asrama.
    Perluasan Masjidil Haram oleh Utsman bin Affan terjadi pada tahun 26 Hijriah, dan diteruskan oleh Abdullah bin Zubair cucu dari Abu Bakar pada tahun 75 Hijriah. Kemudian oleh Abdul Malik bin Marwan ditambah ketinggian masjid tersebut dengan perhiasan emas 50 karat pada tiap-tiap tiangnya.
    Oleh Al-Walid, Masjidil Haram diperindah dengan ukiran yang terjalin antara kalimah dengan motif bunga. Pada beberapa tempat diberi dinding dari batu marmer dan batu pualam yang dipahat dengan seni yang tinggi. Maka Masjidil Haram pun menjadi tempat peribadatan yang ideal laksana gambaran nuansa Surgawi, karena dalam arsitektur Islam tak terdapat ketegangan. Bahkan, bangunan suci Islam selalu meletakan ketenangan dan kemuliaan sesuai dengan sifat batin alamiahnya ketimbang sesuatu yang bertentangan dengan sifat material yang ada.
    Bagi sebagian besar jama’ah haji maupun umroh, lokasi hotel yang berdekatan dengan Masjidil Haram ini memang sangat bermanfaat. Mereka dapat bolak balik ke masjid dan hotel dengan cepat. Sayangnya tidak banyak hotel yang lokasinya dekat karena saat ini sedang dilakukan pembangunan besar-besaran di sekitar Masjidil Haram. Banyak bangunan yang dihancurkan (dan masih banyak yang belum dihancurkan tetapi sudah dikosongkan) untuk nantinya diganti dengan bangunan yang lebih megah.
    Arsitektur Islam memanfaatkan sepenuhnya cahaya dan bayangan, kehangatan dan kesejukannya, angin dan sirkulasinya, air dan efek penyejukannya, tanah dan ciri-ciri isolatifnya serta sifat-sifat protektifnya terhadap cuaca. Jauh dari adanya percobaan untuk melawan dan menantang alam dan irama-iramanya, arsitertur Islam selalu selaras dengan lingkungan. Arsitektur Islam senantiasa melakukan perubahan sedikit mungkin untuk menciptakan lingkungan yang manusiawi, menjauhi pengingkaran titanis dan karya-karya artistiknya.
    Kota Islami berkembang secara perlahan dari bumi, mempergunakan semaksimal mungkin sumber-sumber alam itu sendiri. Dan apabila ditinggalkan biasanya secara perlahan akan kembali lagi ke perut bumi. Arsitektur Islam ini bukan hanya menyatukan diri dalam paduan harmoni dan keutuhannya. Selain itu keselarasan ekologis dalam arsitektur Islam tradisional bukanlah kebijaksanaan ekologis yang asal-asalan, dan juga tidak berdasarkan pertimbangan ekonomis dalam pengertian modern, melainkan merupakan konsekuensi dan alam spiritualitas Islam.
    Pada kenyataannya, harus ditekankan bahwa arsitektur suci Islam adalah sebuah kristalisasi dari spiritualitas Islam dan kunci untuk memahami spiritualitas ini. ruang yang terdapat di Masjidil Haram dan masjid-masjid lainnya dalam wilayah kota Islami telah diciptakan untuk memberikan perlindungan dan tempat manusia dapat menikmati, melalui ke-agungan spiritualitas itu juga. Kedamaian serta keselarasan alam yang suci sebagai refleksi surga. Yaitu, surga yang terkandung dalam lubuk dan pusat keberadaan manusia yang menggemakan kehadiran Tuhan. Ini karena hati orang yang beriman adalah singgasana yang Maha Penyayang.
    Dan semua ciri serta filosofi arsitektur Islam mewujud lewat kehadiran Masjidil Haram yang dibangun secara terus menerus oleh tokoh-tokoh umat Islam dari seluruh Dunia.

    BAB II
    PEMBAHASAN

    Di tengah-tengah bangunan hotel pencakar langit, tersembunyi sebuah masjid yang dikenal sebagai Masjidil Haram. Masjid ini adalah masjid paling suci mengikut kepercayaan umat Islam. Masjid ini terletak di Kota Makkah Al Mukharamah. Masjid al-Haram dibina mengelilingi Ka’bah, iaitu Qiblat umat Islam apabila mengerjakan solat.
    Dengan adanya bangunan – bangunan megah di sekitar Masjidil Haram banyak pula pro dan kontra nya. Ada yang beranggapan bahwa dengan di bangun nya gedung – gedung tersebut menandakan bahwa betapa kayanya umat muslim di dunia. Tapi juga ada yang mengatakan bahwa pembangunan gedung – gedung tersebut sangat tidak menghargai dan menghormati Masjidil Haram. Sejumlah organisasi Islam mengatakan, berdirinya gedung-gedung megah di kota Makkah, juga dilatarbelakangi motif agama. Mereka menuding pemerintah Saudi mengizinkan kelompok konservatif untuk menghancurkan tempat-tempat bersejarah dengan alasan khawatir tempat itu justru disembah-sembah oleh para pengunjung.
    Bangunan megah yang berada disekitar ka’bah adalah menunjukan betapa besar dan kayanya islam itu.

    Kabar terbaru dari Jeddah menyebutkan bahwa rencana untuk memperluas daerah di sekitar Ka’bah dipercepat. Perluasan daerah tersebut meng-cover area seluas 300,000 meter persegi. Pihak pemerintah setempat telah mengalokasikan dana sebesar 6.000.000.000 Riyal sebagai pengganti kompensasi daerah yang akan terkena gusuran. Penghancuran bangunan di sekitar Ka’bah sendiri sudah dimulai sejak tanggal 9 Maret 2008.
    Perluasan Masjidilharam untuk menciptakan suasana lapang sehingga jamaah haji dan umrah yang setiap tahun terus bertambah jumlahnya bisa melakukan aktivitas ibadah dengan nyaman. Kerajaan Arab Saudi menganggap penting mega proyek itu karena bangunan Masjidilharam saat ini mulai terasa sempit dan ’’kumuh’’. Di sekitarnya banyak berdiri lapak pedagang. Selain itu, banyak hotel dan bangunan lain cukup dekat dengan masjid. Hotel dan bangunan itu tampak kurang tertata rapi.
    Selain itu ada pula hadits yang menyebutkan bahwa, petikan dari Hadits Jibril yang cukup panjang, percakapan antara Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam dengan Malaikat Jibril tentang Islam, Iman, Ihsan, dan tanda-tanda Hari Kiamat:Ia (Malaikat Jibril) berkata lagi,
    “Beritahulah aku tentang hari Kiamat.”
    Beliau (Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam) menjawab : “Orang yang ditanya tentang hal tersebut tidak lebih tahu dari pada orang yang bertanya.”
    Akhirnya ia berkata, “Beritahulah aku sebagian dari tanda-tanda Kiamat itu”.
    Beliau menjawab, “Yaitu : Apabila ada hamba sahaya wanita melahirkan tuannya dan apabila kamu melihat orang-orang tak beralas kaki, tak berpakaian sempurna melarat lagi, pengembala domba saling membangga-banggakan diri dalam membangun bangunan yang tinggi.
    Bila kita tilik sejarah arsitektur dan teknik, kita lihat bahwa gedung-gedung berlantai banyak mulai dibangun hanya menjelang akhir abad ke-19. Perkembangan-perkembangan teknologi, meningkatnya penggunaan baja dan lift mempercepat laju pembangunan struktur-struktur yang disebut pencakar langit. Pencakar langit telah menjadi sebuah bagian penting dari arsitektur abad ke-20 dan ke-21, dan pada hari ini telah menjadi sebuah lambang prestise. Apa yang dikatakan oleh hadis tadi telah menjadi kenyataan: manusia memang telah berlomba-lomba dalam membangun gedung-gedung tinggi, dan bangsa-bangsa pun saling berlomba-lomba dalam membangun pencakar langit tertinggi.
    Selain itu kawasan Masjidil Haram merupakan kawasan heritage dimana seharusnya bisa dilindungi dan dipelihara.
    [Hadits Riwayat Muslim dalam Shahihnya, kitab Al-Iman, bab 1, hadits ke 1. Dan diriwayatkan juga hadits dengan lafadz seperti ini dari Abu Hurairah oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya, kitab Al-Iman, bab 37, hadits ke 1.]
    Suatu tanda kemajuan teknologi pada abad di mana kita hidup dan, yang mana Nabi Muhammad saw. telah menyebutkannya adalah dibangunnya gedung-gedung yang tinggi.
    Tidak akan ada [Hari] Pengadilan — hingga gedunggedung yang sangat tinggi dibangun. (Diriwayatkan oleh Abu Hurairah)
    As-Sa‘ah (Hari Kiamat) tidak akan tiba hingga manusia berlomba-lomba membuat bangunan yang tinggi.
    (H.r. Bukhari).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: