Articles

(ARSITEKTUR UIN MALANG) KULIAH DI ARSITEKTUR seperti BEKERJA DI DUNIA NYATA meskipun masih dalam LINGKUP KECIL

In bagi pengalaman on Juli 13, 2009 by mappaturi

Adik2 mahasiswa, dunia nyata ini, dari pengalaman kecil saya menjalani dunia arsitektur dan konstruksi yang kemudian saya kaitkan dengan dunia kita di kampus, hampir2 mirip.
Di dunia proyek arsitektur, setiap hari saya berhadapan dengan berbagai karakter orang/klien, yang harus saya (apa ya bahasa indonesianya “ngemong”…he2..)agar apa yang ingin saya sampaikan (berkaitan dengan desain ataupun pengerjaannya) dapat diterima dengan baik.

Owner atau pemilik proyek, sebagai klien kerja saya, memiliki bermacam2 karakter. Dari beragam proyek yang lelah saya kerjakan, tidak satupun karakter klien yang sama (meskipun ada beberapa yang mirip). Ada klien yang baik dan sangat percaya sepenuhnya ke kita, tidak mengejar ataupun menekankan bahwa proyek yang kita kerja harus selesai pada tanggal tertentu, ataupun beliau “klien” tidak menegur atau mengingatkan, namun pada tanggal yang telah disepakati, bliau sudah siap dengan semua prabotannya untuk masuk ke bangunan baru (yang membuat kita terpontang panting,he2). Sebaliknya juga, ada klien yang dari awal, bahkan kadang setiap hari menelfon kita mengingatkan kerjaan kita harus kelar di tanggal sesuai kesepakatan.

Hal ini sama seperti dosen-dosen kita. Ada karakter dosen yang tidak membuat jadwal ketat pekerjaan tugas besar termasuk asistensinya. Ada pula dosen yang menekan untuk setiap minggu menyicil pekerjaan tugas besar melalui SAP (satuan acara perkuliahan). Dari hasil pengamatan saya, mahasiswa yang tidak ditekan, pada akhirnya tidak dapat menyelesaikan secara maksimal pekerjaannya. Namun lucunya,dari hasil diskusi dengan banyak mahasiswa, mahasiswa yang ditekan, ada juga (hingga merasa tidak mampu berkreasi, he2..) yang tidak dapat memaksimalkan hasilnya karena katanya idenya jadi tidak bisa keluar karena tidak rileks.

Adik-adik mahasiswa, dosen-dosen kita dengan berbagai karakter dan cara mengajar, harusnya kita jadikan pelajaran untuk meningkatkan potensi kita menghadapi beragam karakter di dunia kerja arsitektur ataupun umum besok. Bila ingin sukses, kita tidak boleh tergantung dari karakter dan cara mengajar dosen, tapi harus kita tanamkan dari diri kita sendiri keinginan untuk maju tersebut. Apalagi seperti yang berkali-kali saya ceritakan di perkuliahan, adik2 mahasiswa ini bukan lagi anak SD-SMU yang harus disuap, tapi di perkuliahan, tugas dosen hanya mengarahkan, adik-adiklah yang menentukan ingin maju atau hanya jadi orang biasa-biasa.

Dikaitkan dengan proyek, bayangkan misalnya, kita bertemu klien dengan tipe yang sungkan mengingatkan waktu pengumpulan pekerjaan. Pada hari H, bila kita tidak selesai, ada banyak hal yang akan kita hadapi:
1. Nama kita jadi buruk, karena tanpa kita sadari, kita akan menoreh citra yang jelek dengan terlambatnya pengumpulan tersebut, dan cerita ini akan berlanjut dari mulut ke mulut, yang akan semakin memperburuk cerita dan citra kita.
2. Terkena denda
3. DLL

REKAN KERJA DI PROYEK SAMA DENGAN REKAN KULIAH
Pelajaran berikutnya adalah rekan kerja dalam hal ini diwakili oleh teman kuliah kita. Dalam 1 kelas, mungkin kita berteman sekitar lebih dari 40 anak. Sdengan jumlah sebanyak itu, tentu sangat banyak karakter yang akan kita temui.

IMG_1473

Saya dan Karyawan Bagian Pelaksanaan sewaktu mengerjakan di Unibraw

Begitupula dengan karyawan-karyawan saya dengan karakter berbeda-beda juga. Ada yang diberitau sekali, sudah paham dengan keinginan kita, namun ada pula yang harus dijelaskan berkali-kali baru paham. Bahkan ada yang dijelaskan beribu kali, namun tapi tetap salah, sehingga harus diawasi. Hal ini sama seperti teman kuliah kita. Apabila mendapatkan tugas kelompok, kita akan berhadapan dengan banyak karakter. Ada teman yang memang siap dan enak diajak bekerja kelompk, ada teman yang bisanya cuma bagian belanja, bahkan ada teman yang tidak bisa kerja, tapi sangat ahli bila sudah waktunya presentasi. Hal ini juga harusnya kita jadikan pelajaran, sebagai modal untuk menghadapi dunia kerja besok. Setahu saya berdasarkan apa yang sudah saya coba, kemampuan memasang-masangkan karyawan/tukang sangat berpengaruh pada hasil kerja. Belum tentu menggabungkan karyawan yang sudah ahli/pintar dengan karyawan lainnya yang juga ahli/pintar memberikan hasil yang maksimal. Tapi juga belum tentu keryawan ahli dengan karyawan biasa digabungkan juga menghasilkan hasil yang maksimal juga. Semua butuh proses dan pengenalan terhadap masing-masing karakter.

Hal serupa ini saya rasa dialami adik-adik  di pekerjaan tugas secara berkelompok. Kenalilah semua karakter teman anda, kemudian bila anda bukan ketua kelompok, berilah saran untuk mencoba menggabungkan teman A,B kemudian teman C dan D untuk mengerjakan sub-sub bagian kerjaan kelompok. Jangan lupa, anda juga harus terlibat langsung.
Di proyek, saya membiasakan diri untuk sewaktu-waktu turun tangan membantu tukang. Membantu mengambilkan bata, mengecet, dll. Tujuannya adalah untuk meningkatkan rasa kebersamaan tukang dengan kita yang insya Allah berpengaruh pada kinerja kerja tukang.
Kesimpulan dari yang ingin saya sampaikan (biar tidak terlalu panjang ceritanya, he2..) adalah:
1. Tetap kencangkan semangat dan kinerja kita meskipun dosennya tidak sesuai/sepaham dengan pola berfikir kita. Karena baik tidaknya hasilnya, kita sendiri mahasiwa yang akan merasakannya
2. Jangan jauhi teman-teman yang aneh, tapi berusahalah untuk dekat dengan semua teman kita dikelas. Karena besok hal serupa akan kita hadapi di dunia kerja
3. Jangan mencontek bila ujian dan jangan plagiat bila mengerjakan tugas besar. Setiap kecurangan yang kita lakukan akan menorehkan satu garis kuat pada pembentukan pribadi kita.
4. Mohon selalu pada Allah agar selama kuliah (yang merupakan proses pematangan pribadi kita) selalu diberikan petunjuk jalan yang lurus.

Inti semuanya adalah: KULIAH ADALAH PROSES PEMBENTUKAN DAN PEMATANGAN PRIBADI KITA. LAKUKANLAH HAL2 TERBAIK DAN BENAR AGAR BESOK PADA SAAT TURUN KE DUNIA KERJA, KITA MENJADI INSAN YANG BENAR2 BERMANFAAT, BAIK BAGI NEGARA DAN UTAMANYA AGAMA ISLAM.
JANGAN LAKUKAN KECURANGAN DI KULIAH, KARENA BESOK, BISA JADI PRIBADI JELEK DI KULIAH AKAN MEMBAWA KITA JADI KORUPTOR DAN KEMUDIAN JADI SAMPAH MASYARAKAT..nauzubillah…

Satu Tanggapan to “(ARSITEKTUR UIN MALANG) KULIAH DI ARSITEKTUR seperti BEKERJA DI DUNIA NYATA meskipun masih dalam LINGKUP KECIL”

  1. mohon ijin blognya mau tak link ke saintek

    http://saintek.uin-malang.ac.id

    tolong di link juga ke blognya

    trimakasih pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: