Archive for the ‘Di Tanah Haram’ Category

Articles

MEDINAH 2

In Di Tanah Haram on November 12, 2009 oleh mappaturi

Ada banyak hal baru berada di daerah baru. Bila di Indonesia, hotel bintang 3 apalagi sampai berbintang 5, mestinya jika memiliki toko di dalamnya, tokonya akan sangat elite dan bisa jadi barang-barangnya mahal. Di madinah, mungkin karena tuntutan pasar, sehingga meskipun berada di bawah hotel berbintang, tapi rasanya seperti di pasar. Harganya pun masih relatif murah. Hal yang istimewa yang saya lihat di hampir setiap toko adalah lampu-lampu yang digunakan sangat banyak. Jangan membayangkan sangat banyak itu berkisar 10 lampu, tapi dalam sebuah toko ukuran 3 x 3 m,jumlah lampu yang digunakan sekitar 200 lampu. Lihat saja foto berikut:

22052009655

Gambar Ini adalah gambar lampu dengan jarak sekitar 20cm antara masing-masing lampu

Saya sempat berdiskusi dengan pemilik toko menanyakan biaya listrik yang harus dia bayar setiap bulan, dan dia menjawab enteng, yang dibayar perbulan cuma biaya sewa toko sebesar Rp.200 real, sedangkan listriknya tidak perlu dibayar, karena di arab, energi untuk bahan listrik yaitu minyak masih berlimpah ruah, Subhanallah..
Saya membayangkan kreatifitas arsitek disini untuk teknik lighting mestinya bisa sangat maksimal ya..karena pengalaman saya di Indonesia, untuk beberapa klien yang saya temui, selalu menitip pesan sebelum didesain agar lampunya pakai yang sedikit saja biar bayar listriknya tidak mahal. Padahal karya arsitek, utamanya interior, biasanya akan sangat menarik bila dipadukan dengan teknik lighting yang baik dan maksimal. Tapi adik-adik jangan berkecil hati, saya tetap bisa kok ternyata memberikan hasil interior yang baik meskipun lightingnya tidak maksimal, tapi memang harus dipadukan dengan kreatifitas yang baik, sehingga meskipun lightingnya hanya menggunakan sedikit lampu, namun ditempatkan pada area-area yang tepat, kesan ruang yang diberikan juga menjadi jauh lebih baik.

Iklan

Articles

Pengalaman 1 ( AIRPORT YAMAN)

In Di Tanah Haram on November 12, 2009 oleh mappaturi

Kami tiba sekitar jam 2.00 dini hari waktu setempat. Itulah saat saya pertama kali berada di luar tanah air tercinta Indonesia. Turun dari bandara, saya cukup kaget melihat pesawat yang kami tumpangi memang cukup besar, bahkan daerah baling-balingnya sebesar bus yang mengangkut kami. Karena takjub, saya mengambil kesempatan untuk berfoto sebentar, sampai tidak sadar kalau saya ketinggalan bus. Untungnya busnya ada 2, sehingga saya masih bisa naik sampai di daerah penerimaan untuk pemeriksaan pasport.
Seperti orang yang baru di daerah baru, saya menunggu hal-hal yang membuat saya takjub, baik dengan desain arsitekturnya, ataupun hal-hal lain. Masuk di dalam ruang pemeriksaan, semua tulisan yang saya liat ditulis dengan tulisan arab. Lumayan, melihat hal baru dan sudah benar2 seperti berada di tanah arab. Namun dari segi arsitektur ruangan, termasuk penataan interior, jadi alhamdulillah, saya masih melihat hal-hal yang wajar seperti yang ada di sebagian bandara-bandara lama di Indonesia.
Karena pesawat yang akan kami tumpangi masih lama (sekitar jam 10 pagi kata panitia), maka kami diajak ke ruang tunggu yang lokasinya agak jauh dari tempat kedatangan. Saya masih berharap, bahwa akan melihat hal-hal baru di daerah tsb. Ternyata saya memang agak kaget, kok meubel- meubel yang digunakan mirip dengan yang ada di indoensia ya..tapi dengan gaya yang sudah lama..liatlah foto-foto berikut:

relingmeja

Articles

MEDINAH 1

In Di Tanah Haram on Agustus 23, 2009 oleh mappaturi

Kami tiba di Madinah pada sekitar jam 13.00 waktu setempat. Saya menginap di hotel AL- HARAM MADINAH, dimana di depan hotel tempat saya menginap, dan disekitarnya sedang berlangsung pembangunan hotel juga. Kesempatan ini kemudian saya manfaatkan untuk melihat sewaktu-waktu proses pembangunan di sana. Cuma karena waktunya singkat, jadi yang saya sempat tahu juga singkat…he2…

Di madinah, kayaknya semua hotel yang dibangun sekitar Mesjid Nabawi menggunakan loster sebagai pengganti batubata. Bila bukan loster, yang digunakan adalah batako. Intinya adalah bahan dengan sisi dalam yang berongga. (lihat penjelasan saya secara sains di jurnal)

27052009687

pada gambar di samping ini terlihat loster yang cukup banyak sebagai bahan bangunan pengganti batu bata

Jika melihat dari temperatur rata-rata di daerah arab yang cukup tinggi, apalagi melihat fungsi bangunan sebagai hotel, dengan tinggi bangunan yang menjulang sehingga memungkinkan radiasi langsung menerpa bangunan di hampir semua sisinya, diperlukan dinding yang cukup kuat untuk menahan panas agar lebih lama masuk ke dalam zone living. Hal ini diantisipasi dengan menggunakan loster, kemudian ditutup aspal dan akhirnya dilapisi marmer. (bila ingin lebih jelasnya, nanti cari jurnal saya aja, sudah saya tulis semuanya di jurnal).

Tapi ada hal yang kurang baik, sewaktu kita keluar dari hotel (dengan temperatur yang nyaman karena menggunakan AC) entah menuju mesjid untuk shalat (utamanya di jam 11.00- 19.00 waktu sana (magribnya jam 19.00)) atau sekedar berbelanja, meskipun posisi kita masih di koridor hotel, tapi panas yang menyentuh, utamanya yang terasa di pipi itu rasanya seperti berada di belakang knalpot mobil truk. Awalnya saya pikir ini terjadi karena di depannya ada jalan dan ada mobil, tapi setelah saya analisa dikit2, intensitas mobil yang lewat, sangat-sangat sedikit, tapi kok panasnya sangat tinggi. Kemudian akhirnya saya tahu ini terjadi karena saya berada diantara bangunan-bangunan tinggi, yang karena telah didesain sedemikian rupa untuk meminimalis panas yang masuk ke interior, akhirnya panas-panas tersebut kemudian dipantulkan dan mengumpul di antara bangunan-bangunan tinggi satu dengan lainnya.

Ada hal-hal positif dari pengetahuan tentang modifikasi facade sehingga mampu menahan panas radiasi (berjuta watt) namun ada juga hal negatif, dimana zona antara bangunan-bangunan yang menjulang tinggi menjadi sangat panas. Padahal zona2 tersebut juga menjadi area manusia. Hal ini menjadi pelajaran pertama bagi kita, agar sewaktu mendesain, untuk tidak hanya memfokuskan pemikiran desain pada bangunan, namun juga harus memikirkan dampak bagi lingkungan sekitar. Karena sebaik-baik bangunan yang kita bangun adalah yang memberikan manfaat bagi semua, bukan hanya bagi penggunanya saja. “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”

Articles

PERJALANAN KE TANAH HARAM

In Di Tanah Haram on Agustus 23, 2009 oleh mappaturi

Foto177

Di sekitar 20 Mei 2009 s/d 4 Juni 2009 Alhamdulillah, kami diberi rejeki oleh Allah untuk memenuhi panggilan ber-Umroh (insya Allah Hajinya bentar lagi, masih antri,he2), Allah memerintahkan  Nabi Ibrahim AS:
Dan serulah manusia untuk melakukan Haji. Mereka akan datang kepadamu dengan bertelanjang kaki atau dengan menunggang unta yang sudah lemah dan mereka akan datang padamu dari setiap padang pasir yang jauh letaknya (Al-Quran 22:27)

Ada banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapat, yang akan saya bagikan ke adik-adik mahasiswa secara bertahap.
Pelajaran awal yang saya dapat adalah manfaat sedekah. Adik-adik sebaiknya nonton ceramah sedekah yang dibawakan Ustast Yusuf Mansyur di TPI. Beliau mengajarkan banyak hal, dan saya juga sudah menjalankannya dan sudah merasakan banyak manfaat bersedekah termasuk bisa ber-umroh dan meng umrohkan orang tua dan banyak hal lain termasuk kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan usaha. Saya sendiri kaget, karena sebenarnya belum siap untuk berangkat umroh, tapi orang tua mendesak dengan alasan beliau semakin tua, takutnya semakin tidak mampu. Alhamdulillah dengan kekuasaan dan ijin Allah, dalam hampir 2 bulan saya berhasil mengumpulkan dana untuk memberangkatkan umroh istri dan kedua orang tua saya, meskipun pada saat itu dollar lagi tinggi-tingginya sampai Rp.12.000…Alhamdulillah dan Subhanallah…
Sedekah menurut ustas Yusuf, akan menjauhkan kita dari 4 hal. Tiga diantaranya adalah kemiskinan, penyakit dan musibah atau marabahaya….lebih jelasnya, adik2 nonton aja ya…pokoknya saya adalah bukti nyata ceramah beliau…

Cerita saya akan saya mulai per bagian, disimak aja..insya Allah banyak hikmah termasuk hikmah arsitekturnya..amin